Perry Optimis Ekonomi Indonesia Bisa Terhindar dari Resesi

Jum'at, 05 Juni 2020 - 19:09 WIB
loading...
Perry Optimis Ekonomi...
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimis bahwa perekonomian Indonesia bisa terhindar dari ancaman resesi akibat pandemi Covid-19 dan ketidakpastian global.

Perry menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terbilang baik. Selain itu, bank sentral telah membuat proyeksi berdasarkan perkembangan dari domestik dan kondisi global.

"Kami sudah perkirakan selama PSBB 2,5 bulan (pertumbuhan ekonomi) dari 2,97% akan turun, kemudian naik lagi. Harapannya mendekati 2,3% (full year), tentu harus dipersiapkan dalam mencegah resesi," ujar Perry terkait dengan risiko resesi dalam taklimat media di YouTube, Jumat (5/6/2020).

Meski demikian, kata Perry, perkiraan BI tersebut dapat berubah karena pergerakan global dan domestik yang dinamis. Oleh karena itu, Perry menuturkan BI harus memperhatikan perkembangan pada kuartal II 2020.

Oleh karena itu, sambung Perry, saat ini diperlukan stimulus dari pemerintah untuk menahan perlambatan bahkan kontraksi ekonomi hingga akhir 2020. Baca: Minggu Pertama Juni, Aliran Modal Asing Capai Rp7 Triliun

Selain langkah persiapan dan stimulus, keyakinan ini juga tercermin dari Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Defisit/CAD) yang terpantau semakin membaik. Sepanjang tahun 2020, CAD diperkirakan lebih rendah 2% dari PDB.

Hal ini ditambah dengan suku bunga SBN yang menarik. "Perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri, SBN kita yang 10 tahun itu 7,06%, suku bunga US Treasury Bond 10 tahun itu 0,8%, bedanya 6,2%, itu tinggi kan dan imbal hasil investasi aset keuangan Indonesia ini masih tinggi," pungkasnya.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Pidato Presiden Pertegas...
Pidato Presiden Pertegas Arsitektur Ekonomi dan Arah Ideologi Pembangunan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved