Rapat Perdana, Ini Komitmen Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Hary Tanoesoedibjo
Selasa, 16 November 2021 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
"Apapun kami lakukan, ujungnya bermanfaat bagi Indonesia dan masyarakat luas. Kami sadar tidak bisa sendiri, karena itu banyak kolaboratif, melibatkan banyak pihak termasuk UMKM," kata Anin.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan, komitmennya untuk terlibat aktif dalam program-program KADIN Indonesia.
"Dari 4 prioritas dewan pertimbangan, yang terkait dengan ekonomi nasional dan daerah, mungkin saya bisa ikut terlibat di situ. Karena saya secara pribadi punya passion. Punya satu keinginan, masyarakat, UKM khususnya yang masih kecil-kecil itu bisa tumbuh," jelas Hary.
Pengusaha yang telah memberikan kuliah umum di lebih dari 186 perguruan tinggi se-Indonesia itu mengatakan, Indonesia bisa menjadi negara besar kalau jumlah kelompok produktif yang menyokong perekonomian nasional lebih banyak.
"Indonesia bisa besar hanya kalau jumlah kelompok produktif diperbanyak. Bukan itu-itu saja. Sehingga penciptaan lapangan kerja itu bisa lebih masif. Kemudian, penerimaan pajak juga bisa lebih besar," tutur Hary.
Hary mengatakan KADIN Indonesia punya peranan strategis sebagai mitra pemerintah. Diantaranya dalam pembuatan kebijakan yang kondusif, membangun ekonomi nasional, ikut melobi, seperti menarik investasi dari luar negeri ke Indonesia.
Selain itu, lanjut Hary, sebagai mitra pemerintah dalam rangka perdagangan, ekspor-impor, kuota dan sebagainya, dalam berbagai perspektif yang sifatnya dunia usaha. "KADIN sangat strategis dalam rangka sebagai mitra pemerintah," tegasnya.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan, komitmennya untuk terlibat aktif dalam program-program KADIN Indonesia.
"Dari 4 prioritas dewan pertimbangan, yang terkait dengan ekonomi nasional dan daerah, mungkin saya bisa ikut terlibat di situ. Karena saya secara pribadi punya passion. Punya satu keinginan, masyarakat, UKM khususnya yang masih kecil-kecil itu bisa tumbuh," jelas Hary.
Pengusaha yang telah memberikan kuliah umum di lebih dari 186 perguruan tinggi se-Indonesia itu mengatakan, Indonesia bisa menjadi negara besar kalau jumlah kelompok produktif yang menyokong perekonomian nasional lebih banyak.
"Indonesia bisa besar hanya kalau jumlah kelompok produktif diperbanyak. Bukan itu-itu saja. Sehingga penciptaan lapangan kerja itu bisa lebih masif. Kemudian, penerimaan pajak juga bisa lebih besar," tutur Hary.
Hary mengatakan KADIN Indonesia punya peranan strategis sebagai mitra pemerintah. Diantaranya dalam pembuatan kebijakan yang kondusif, membangun ekonomi nasional, ikut melobi, seperti menarik investasi dari luar negeri ke Indonesia.
Selain itu, lanjut Hary, sebagai mitra pemerintah dalam rangka perdagangan, ekspor-impor, kuota dan sebagainya, dalam berbagai perspektif yang sifatnya dunia usaha. "KADIN sangat strategis dalam rangka sebagai mitra pemerintah," tegasnya.
Lihat Juga :