Layani 13,7 Juta Pemeriksaan Kesehatan, Laba Bersih Prodia Melesat 318 Persen
Selasa, 16 November 2021 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
"Kami fokus pada pencapaian kinerja profitabilitas, keunggulan operasional bisnis inti Perseroan, optimalisasi penggunaan sistem teknologi informasi, serta mengembangkan layanan berbasis digital dengan memperhatikan customer experience/ journey melalui patient centric model. Kami terus mengupayakan kontribusi dalam membangun ekosistem kesehatan yang berkualitas sehingga dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya, dan tentunya juga bagi para pemegang saham Prodia,” jelas Dewi di Jakarta.
Kenaikan pendapatan bersih pada kuartal III 2021 ditopang oleh kontribusi pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan. Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sebesar 68,4% kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sebesar 31.6% terhadap pendapatan Perseroan.
Perseroan mencatat kenaikan jumlah permintaan layanan home service yang meningkat 154,8%. Pemesanan pemeriksaan kesehatan melalui Prodia Mobile juga mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 822,2% menjadi 58.783. Selain itu, Perseroan mencatatkan jumlah pelanggan baru pada periode Januari-September 2021 sekitar 979.000 pelanggan baru.
Total aset Perseroan pada kuartal III 2021 tercatat meningkat menjadi Rp 2,61 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Aset lancar menjadi Rp 1,72 triliun dan Aset non lancar menjadi Rp 890,88 miliar.Sedangkan, total liabilitas meningkat menjadi Rp 470,99 miliar.
Adapun liabilitas jangka pendek mencapai Rp 233,81 miliar dan liabilitas jangka panjang menjadi Rp 237,19 miliar. Total Ekuitas naik menjadi sebesar Rp 2,14 triliun dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp 1,78 triliun.
Dari sisi arus kas, Perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi dalam posisi surplus pada kuartal III 2021 menjadi sebesar Rp 591,73 miliar atau meningkat sebesar 119,17% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Peningkatan akun arus kas bersih dari aktivitas operasi ini terutamanya disebabkan oleh penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 1,98 triliun.
Kenaikan pendapatan bersih pada kuartal III 2021 ditopang oleh kontribusi pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan. Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sebesar 68,4% kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sebesar 31.6% terhadap pendapatan Perseroan.
Perseroan mencatat kenaikan jumlah permintaan layanan home service yang meningkat 154,8%. Pemesanan pemeriksaan kesehatan melalui Prodia Mobile juga mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 822,2% menjadi 58.783. Selain itu, Perseroan mencatatkan jumlah pelanggan baru pada periode Januari-September 2021 sekitar 979.000 pelanggan baru.
Total aset Perseroan pada kuartal III 2021 tercatat meningkat menjadi Rp 2,61 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Aset lancar menjadi Rp 1,72 triliun dan Aset non lancar menjadi Rp 890,88 miliar.Sedangkan, total liabilitas meningkat menjadi Rp 470,99 miliar.
Adapun liabilitas jangka pendek mencapai Rp 233,81 miliar dan liabilitas jangka panjang menjadi Rp 237,19 miliar. Total Ekuitas naik menjadi sebesar Rp 2,14 triliun dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp 1,78 triliun.
Dari sisi arus kas, Perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi dalam posisi surplus pada kuartal III 2021 menjadi sebesar Rp 591,73 miliar atau meningkat sebesar 119,17% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Peningkatan akun arus kas bersih dari aktivitas operasi ini terutamanya disebabkan oleh penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 1,98 triliun.
Lihat Juga :