PLTU Dipensiunkan, Ratusan Ribu Pekerja Tambang Terancam Nganggur

Selasa, 23 November 2021 - 15:25 WIB
loading...
PLTU Dipensiunkan, Ratusan...
Penghentian penggunaan PLTU bisa berdampak pada pengangguran sektor batu bara. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah tengah berupaya mengurangi penggunaan batu bara dan beralih ke energi hijau. Target netral karbon pun digaungkan akan tercapai di tahun 2060 dengan berbagai cara, salah satunya memensiunkan pembangkit listrik tenaga uap ( PLTU) .

Baca juga: Kembangkan Pembangkit EBT Butuh Dukungan Dana, PLN Gandeng ADB

Megaplan ini diperkirakan akan berdampak pada banyak aspek, termasuk nasib tenaga kerja di sektor pertambangan batu bara. Jika operasional PLTU benar-benar distop, bukan tidak mungkin banyak pekerja yang akan menganggur.

"Mengingat batu bara merupakan industri padat karya, akan banyak terjadi pengurangan karyawan saat industri ini mulai tergerus," jelas Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (23/11/2021).

Mamit menjelaskan, dalam satu area produksi batu bara, terdapat puluhan ribu orang yang terlibat. Kondisi itu membuat ekonomi daerah sekitar tumbuh.

Jadi penutupan PLTU, selain akan berdampak pada tenaga kerja, ekonomi lokal juga berpotensi melemah. Selain itu, tarif listrik bisa naik karena biaya produksi energi terbarukan, yang menggantikan energi batu bara, juga tinggi. Atau, ada potensi kenaikan subsidi yang diberikan oleh negara.

Mengutip data Booklet Batu Bara Kementerian ESDM tahun 2020, industri batu bara menyerap kurang lebih 150.000 tenaga kerja pada tahun 2019. Komposisi pekerja asingnya 0,1%, artinya 99,9% pekerja di industri ini adalah warga Indonesia.

Selain itu, menurut data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, per November 2020, Izin Usaha Pertambangan (IUP) di sektor batu bara berjumlah 1.167 IUP.

Jumlah ini terdiri dari IUP eksplorasi sebanyak enam dan IUP operasi produksi sebanyak 1.161. Tentunya, langkah memensiunkan PLTU akan turut berdampak pada ribuan bisnis di sektor ini.

Lantas, apa langkah yang harus dilakukan pemerintah? Menurut Mamit, para pekerja tambang batu bara seharusnya dialihkan ke sektor padat karya yang serupa dengan industri batu bara.

Jika dialihkan ke sektor energi terbarukan, meski potensi serapannya akan kecil karena industri berbasis energi hijau masih belum berkembang di Indonesia.

Baca juga: Menangi Laga Pertama Indonesia Open 2021, Adnan/Mychelle: Kami Nothing to Lose

"Serapan tenaga kerja di energi baru terbarukan ini terbatas dan khusus untuk mereka yang berpendidikan tinggi. Beda dengan batu bara karena untuk posisi tertentu tidak perlu pendidikan tinggi. Jadi memang harus dialihkan ke sektor lain yang sesuai dengan kemampuan dan kapabilitas mereka," jelas Mamit.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Ketum IDI Prediksi 5-10...
Ketum IDI Prediksi 5-10 Tahun Mendatang Terjadi Pengangguran Intelektual Dokter
Rekomendasi
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Pelacak Bluetooth Android...
Pelacak Bluetooth Android dan iPhone Dijual Murah, Ini Harga dan Fitur Lengkapnya!
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved