Kenaikan Cukai Rokok Harus Dilakukan Secara Adil dan Merata

Senin, 22 November 2021 - 13:04 WIB
loading...
Kenaikan Cukai Rokok...
Petani tembakau salah satu pihak yang dirugikan jika cukai rokok naik kembali. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) meminta pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan, untuk mengkaji secara mendalam ketika membuat berbagai kebijakan yang berkaitan dengan industri hasil tembakau . Pengurus NU berpandangan, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan tembakau, bisa berdampak pada warga NU atau nahdliyin.

Baca juga: Cukai Hasil Tembakau Naik, Bisa Picu Migrasi Besar-besaran ke Rokok Ilegal

“Bila pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikan cukai rokok , sudah pasti yang paling berat terkena imbasnya adalah warga NU. Sebab petani tembakau, buruh pabrik rokok, dan konsumen rokoknya adalah nadhliyin,” papar Wakil Ketua Umum PB NU Prof. Dr. Mochammad Maksum Machfoedz, dalam keterangan tertulis, Senin (22/11/2021).

Lebih lanjut, wakil ketua umum PBNU yang juga Guru Besar Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini, juga menyampaikan, berapa pun besaran dari kenaikan cukai rokok, berapa pun besar pajak yang dibebankan ke industri rokok pada akhirnya yang menanggung beban adalah petani tembakau, buruh industri rokok, dan konsumen rokok.

Sementara itu, pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) se-Jawa dan NTB sepakat menolak rencana pemerintah yang akan kembali menaikkan cukai rokok. Bila cukai rokok kembali naik, akan berdampak pada pengurangan jumlah produksi dan pengurangan pembelian tembakau hasil pertanian tembakau masyarakat.

Kondisi itu berakibat jatuhnya harga tembakau di kalangan para petani. Padahal sudah dua tahun berturut-turut petani tembakau di beberapa daerah, seperti Yogyakarta dan Jawa Timur sedang mengalami kesulitan.

“Bila pemerintah kembali menaikan cukai rokok, maka yang paling dirugikan adalah petani tembakau. Beban petani tembakau akan semakin berat. Karena itu kami menolak kenaikan cukai rokok dan juga penerapan simplifikasi penarikan cukai rokok,” kata Yudha Sudarmaji, pengurus APTI Jawa Tengah.

Suara senada diutarakan Martono (Ketua APTI Jogjakarta) dan Triyono (pengurus APTI Klaten Jawa Tengah). Menurut Martono, sekiranya pemerintah dengan sangat terpaksa harus menaikan kembali cukai rokok, maka kenaikannya tidak lebih dari satu digit.

Baca juga: Daftar Lengkap Mutasi 23 Perwira TNI, Gebrakan Pertama Jenderal Andika Perkasa

Selain itu, kenaikannya sama terhadap semua jenis rokok, baik rokok sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin (SKM), dan sigaret putih mesin (SPM). Jangan sampai satu jenis rokok cukainya tidak dinaikan.

“Kenaikan cukainya juga harus adil. Semua jenis rokok harus dikenai kenaikan cukai, jangan satu jenis rokok tidak dikenakan kenaikan cukai, jenis lain kenaikannya lebih tinggi,” papar Triyono.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Cukai Hasil Tembakau...
Cukai Hasil Tembakau Tidak Naik Tahun Depan Disambut Pelaku Usaha IHT
Industri Kretek Terancam,...
Industri Kretek Terancam, P3M Usulkan Transisi Regulasi Bertahap
Aturan Turunan PP 28/2024...
Aturan Turunan PP 28/2024 Dinilai Berpotensi Lumpuhkan Sektor Tembakau
Lindungi 6 Juta Pekerja,...
Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai
Wacana Tambah Layer...
Wacana Tambah Layer Cukai Rokok Dinilai Tanpa Kajian, Awas Jadi Bumerang
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
Rekomendasi
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved