Transaksi Non Tunai Didorong Masuk Pasar Tradisional hingga Desa Wisata
Selasa, 23 November 2021 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
"Melalui e-ticketing kebocoran pendapatan bisa diminimalisir. cash in transit yang besar dapat dieliminasi dengan digitalisasi sistem," kata dia.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini terdapat 16.235 pasar tradisonal dengan 2,8 juta pedagang dan tercatat baru 475 pasar yang sudah mengakses layanan digital diantaranya layanan e-commerce, e-retribusi dan QRIS. Melalui layanan transaski non-tunai mampu mendorong pemulihan pariwisata.
Baca Juga: Taman Mini Gandeng Perbankan Sediakan Transaksi Non Tunai di Pintu Masuk
Mengacu data Kemenparekraf penurunan wisatawan mancanegara mencapai 75% dan wisatawan nusantara sekitar 30% akibat pandemi. Niniek melanjutkan, dengan kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik menjadi kunci utama bagi pelaku pariwisata agar dapat bertahan di tengah pandemi.
"Salah satu upaya inovasi yang dilakukan adalah digitalisasi pariwisata dengan memperluas penerapan tiket elektronik atau e-ticketing pada objek-objek wisata," kata dia.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini terdapat 16.235 pasar tradisonal dengan 2,8 juta pedagang dan tercatat baru 475 pasar yang sudah mengakses layanan digital diantaranya layanan e-commerce, e-retribusi dan QRIS. Melalui layanan transaski non-tunai mampu mendorong pemulihan pariwisata.
Baca Juga: Taman Mini Gandeng Perbankan Sediakan Transaksi Non Tunai di Pintu Masuk
Mengacu data Kemenparekraf penurunan wisatawan mancanegara mencapai 75% dan wisatawan nusantara sekitar 30% akibat pandemi. Niniek melanjutkan, dengan kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik menjadi kunci utama bagi pelaku pariwisata agar dapat bertahan di tengah pandemi.
"Salah satu upaya inovasi yang dilakukan adalah digitalisasi pariwisata dengan memperluas penerapan tiket elektronik atau e-ticketing pada objek-objek wisata," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :