BI Siapkan Lima Jurus untuk Akselerasi Ekonomi di 2022
Rabu, 24 November 2021 - 14:18 WIB
loading...
BI menyatakan lima bauran kebijakannya akan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di 2022. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, bauran kebijakan Bank Indonesia ( BI ) pada tahun 2022 akan terus disinergikan dan sebagai bagian dari arah kebijakan ekonomi nasional untuk mengakselerasi pemulihan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.
Baca juga: Bos BI Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,5% di 2022
Bauran kebijakan tersebut mencakup lima instrumen. Pertama adalah kebijakan moneter, sejalan dengan risiko meningkatnya tekanan instabilitas pasar keuangan global dari normalisasi kebijakan moneter The Fed dan sejumlah negara advanced economies (AEs).
Kebijakan moneter BI pada tahun 2022 akan lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas (pro-stability), baik pencapaian sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar, maupun stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
"Normalisasi kebijakan moneter akan dilakukan secara sangat hati-hati dan terukur agar tidak mengganggu proses pemulihan ekonomi nasional," ujar Perry dalam Pertemuan Tahunan BI 2021 secara virtual di Jakarta, Rabu(24/11/2021).
Sementara itu, empat instrumen kebijakan lainnya pada tahun 2022 akan terus diarahkan untuk dan sebagai bagian dari upaya bersama untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional (pro-growth).
"Kebijakan makroprudensial longgar akan tetap dilanjutkan dan bahkan diperluas untuk mendorong kredit dan pembiayaan perbankan pada sektor-sektor prioritas dan UMKM guna percepatan pemulihan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan dan mengembangkan ekonomi dan keuangan hijau," ungkap Perry.
Baca juga: Bos BI Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,5% di 2022
Bauran kebijakan tersebut mencakup lima instrumen. Pertama adalah kebijakan moneter, sejalan dengan risiko meningkatnya tekanan instabilitas pasar keuangan global dari normalisasi kebijakan moneter The Fed dan sejumlah negara advanced economies (AEs).
Kebijakan moneter BI pada tahun 2022 akan lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas (pro-stability), baik pencapaian sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar, maupun stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
"Normalisasi kebijakan moneter akan dilakukan secara sangat hati-hati dan terukur agar tidak mengganggu proses pemulihan ekonomi nasional," ujar Perry dalam Pertemuan Tahunan BI 2021 secara virtual di Jakarta, Rabu(24/11/2021).
Sementara itu, empat instrumen kebijakan lainnya pada tahun 2022 akan terus diarahkan untuk dan sebagai bagian dari upaya bersama untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional (pro-growth).
"Kebijakan makroprudensial longgar akan tetap dilanjutkan dan bahkan diperluas untuk mendorong kredit dan pembiayaan perbankan pada sektor-sektor prioritas dan UMKM guna percepatan pemulihan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan dan mengembangkan ekonomi dan keuangan hijau," ungkap Perry.
Lihat Juga :