Erick Thohir Tegaskan Siap Diperiksa KPK Soal Tudingan Bisnis Tes PCR

Rabu, 24 November 2021 - 14:57 WIB
loading...
Erick Thohir Tegaskan...
Erick Thohir menyatakan kesiapannya jika diperiksa KPK terkait tudingan bisnis tes PCR. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan dirinya siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tuduhan bisnis tes PCR. Erick menegaskan, tidak terlibat dengan pihak mana pun yang dikaitkan dengan bisnis RT-PCR.

Saat ini, isu bisnis alat pendeteksi Covid-19 itu membawa nama PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Salah satu pemegang saham GSI adalah Yayasan Adaro, yang merupakan yayasan milik keluarga besar Erick Thohir.

Baca juga: Erick Thohir Sentil Direksi BUMN Megalomania, Baru Diangkat Tiba-tiba OKB

"Clear and clean, silakan diperiksa. Clear and clean, sama ketika saya masuk jadi Menteri BUMN, kan selalu bicara 'oh ada Roy yang punya proyek Batang,'. Zaman sebelum saya menteri, proyek Batang dari zaman Pak SBY," tegas Erick, Rabu (24/11/2021).

Erick menyatakan, penentuan harga tes PCR dilakukan secara transparan. Kebijakan itu juga telah dibahas melalui rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ratas itu dihadiri tidak saya saja. Ratas dihadiri Menkeu, Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, Menteri Kesehatan. Kebijakan PCR juga ditentukan secara transparan. Jadi apa mungkin rapat terbatas itu men-setting menguntungkan saya. Apakah semua yang ada di ratas itu dituduh memperkaya diri sendiri?" ungkapnya.



Dia menegaskan tidak memiliki latar belakang bisnis kesehatan dan farmasi sehingga tidak cukup berpengalaman di sektor tersebut. Tapi masih saja ada oknum yang menudingnya memperkaya diri lewat bisnis PCR.

Dia pun tidak mengetahui secara pasti motif atas tudingan bisnis PCR yang dilontarkan oknum kecil tertentu kepada dirinya dan Menteri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Seperti diketahui, Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) sebelumnya membuat laporan pengaduan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ihwal dugaan bisnis tes PCR tersebut.

Kemudian muncul rumor soal bisnis PCR dikaitkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Erick Thohir memang digadang-gadang menjadi salah seorang yang layak ikut kompetisi politik itu.

Namun Erick menilai langkah tersebut sebagai tindakan yang ingin membangun persepsi secara negatif di masyarakat perihal kredibilitas pemerintah.

Baca juga: Belum Menyerah, Kubu Moeldoko Melihat 2 Opsi Hukum Setelah Gugatan Dinyatakan NO

"Kultur bangsa kita ini memang harus kita jaga. Rasa gotong royong kita, rasa peduli sesama kita sudah mulai luntur. Padahal itu membuat kita menjadi negara besar. Tetapi banyak oknum, individu yang melakukan tadi, dibangun persepsi secara negatif. Tapi itu hak mereka, tetapi saya yakin kebenaran akan terbukti. Dan jangan-jangan nanti terbukti kebalik," pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut dalam Sidang Kasus Dugaan Suap, Ini Kata Purbaya
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
KPK OTT Pejabat Pajak,...
KPK OTT Pejabat Pajak, Purbaya Tak Akan Minta Tolong Presiden
Pegawai Pajak Terjaring...
Pegawai Pajak Terjaring OTT KPK, Purbaya Tegaskan Lakukan Pendampingan
Kantor Ditjen Pajak...
Kantor Ditjen Pajak Digeledah KPK, DJP Masih Tutup Mulut Soal Rincian Kasusnya
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Rekomendasi
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Lima Jurus Erick Thohir...
Lima Jurus Erick Thohir agar BUMN Punya Daya Saing
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved