JCB 2021 Usai, Ini Rekomendasi IATMI untuk Peningkatan Produksi Migas
Jum'at, 26 November 2021 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
Henricus menambahkan, diperlukan keterbukaan data terkait efisiensi dan strategi pembiayaan proyek antara KKKS dan SKK Migas untuk mendorong perubahan strategi pengelolaan dan alih tukar praktik terbaik antar-KKKS. Rekomendasi juga menyoroti perlunya akselerasi proses persetujuan izin pengembangan lapangan migas, terutama bagi lapangan tua di Indonesia dan revisi terkait aturan dalam pedoman tata kerja .
"Impian-impian ini semua tentunya perlu didukung oleh talenta-talenta yang baik. IATMI mendorong agar orkestrasi pengetahuan berkesinambungan dapat dilakukan dengan melibatkan diaspora migas Indonesia yang tersebar di seluruh dunia," paparnya.
Henricus menambahkan perguruan tinggi juga perlu didorong agar dapat memperkaya kurikulum yang ada dengan topik-topik baru, seperti EOR, teknologi terkait pengembangan potensi panas bumi, teknologi carbon capture utilization and storage (CCUS) dan juga hal terkait migas nonkonvensional.
"IATMI memandang bahwa pemanfaatan gas alam akan menjadi transisi yang baik sebelum implementasi energi terbarukan yang lebih luas di Tanah Air," ungkap Henricus.
Pemanfaatan gas alam serta pembangunan infrastruktur dan kawasan-kawasan industri di lokasi yang berdekatan dengan sumber daya gas alam akan mengoptimalkan penggunaan gas alam dan menjadi satu pilar penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Ketua Pelaksana IATMI Virtual Conference Ngurah Beni Setiawan mengatakan, rekomendasi yang diberikan IATMI antara lain mengembangkan sumber daya dengan CO2 di lepas pantai. Pengembangan East Natuna perlu didorong sebagai salah satu upaya dukung target produksi migas nasional pada 2030.
"Impian-impian ini semua tentunya perlu didukung oleh talenta-talenta yang baik. IATMI mendorong agar orkestrasi pengetahuan berkesinambungan dapat dilakukan dengan melibatkan diaspora migas Indonesia yang tersebar di seluruh dunia," paparnya.
Henricus menambahkan perguruan tinggi juga perlu didorong agar dapat memperkaya kurikulum yang ada dengan topik-topik baru, seperti EOR, teknologi terkait pengembangan potensi panas bumi, teknologi carbon capture utilization and storage (CCUS) dan juga hal terkait migas nonkonvensional.
"IATMI memandang bahwa pemanfaatan gas alam akan menjadi transisi yang baik sebelum implementasi energi terbarukan yang lebih luas di Tanah Air," ungkap Henricus.
Pemanfaatan gas alam serta pembangunan infrastruktur dan kawasan-kawasan industri di lokasi yang berdekatan dengan sumber daya gas alam akan mengoptimalkan penggunaan gas alam dan menjadi satu pilar penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Ketua Pelaksana IATMI Virtual Conference Ngurah Beni Setiawan mengatakan, rekomendasi yang diberikan IATMI antara lain mengembangkan sumber daya dengan CO2 di lepas pantai. Pengembangan East Natuna perlu didorong sebagai salah satu upaya dukung target produksi migas nasional pada 2030.
Lihat Juga :