JCB 2021 Usai, Ini Rekomendasi IATMI untuk Peningkatan Produksi Migas
Jum'at, 26 November 2021 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
"Blok East Natuna memiliki kandungan gas yang besar. Tantangannya, East Natuna miliki kandungan CO2 90%, lokasinya terpencil. Aspek geopolitik dan geoekonomi kawasan ini perlu menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan," ujarnya.
Dia menambahkan, dukungan pemerintah juga sangat diperlukan untuk mengembangkan proyek raksasa seperti Blok East Natuna. Terlebih disaat bersamaan Indonesia menghadapi tantangan untuk menurunkan emisi karbon. "Blok Natuna miliki kandungan gas cukup besar, namun juga mempunyai kandungan CO2 besar yang perlu dicari solusinya agar bisa dukung program penurunan emisi karbon," jelasnya.
Baca Juga: Panglima TNI Diminta Ungkap Aktor Senior di TNI yang Dikatakan AHY
Sementara, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji saat menutup JCB 2021 mengatakan bahwa dunia semakin kompetitif untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi, karena akan terjadi transisi energi. "Indonesia sudah menegaskan akan terjadi transisi energi dan perubahan iklim. Eksplorasi agresif dan eksploitasi yang kuat didorong dengan SDM yang kompeten dan teknologi maju menjadi kunci," ujarnya.
Ketua Pelaksana JCB 2021 Ari Iskandar mengatakan, selama tiga hari JCB 2021 total visitor lebih dari 4.500 peserta yang tersebar di 22 negara. Selama pelaksanaan JCB, keempat asosiasi telah menyampaikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri migas, juga menciptakan transfer pengetahuan.
"Dengan mengusung strategic alliance, IATMI mendorong Pertamina untuk melakukan strategic alliance. SKK Migas sedang menyiapkan perangkat untuk menyiapkan data upstream yang bernilai harganya," tutup Ari.
Dia menambahkan, dukungan pemerintah juga sangat diperlukan untuk mengembangkan proyek raksasa seperti Blok East Natuna. Terlebih disaat bersamaan Indonesia menghadapi tantangan untuk menurunkan emisi karbon. "Blok Natuna miliki kandungan gas cukup besar, namun juga mempunyai kandungan CO2 besar yang perlu dicari solusinya agar bisa dukung program penurunan emisi karbon," jelasnya.
Baca Juga: Panglima TNI Diminta Ungkap Aktor Senior di TNI yang Dikatakan AHY
Sementara, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji saat menutup JCB 2021 mengatakan bahwa dunia semakin kompetitif untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi, karena akan terjadi transisi energi. "Indonesia sudah menegaskan akan terjadi transisi energi dan perubahan iklim. Eksplorasi agresif dan eksploitasi yang kuat didorong dengan SDM yang kompeten dan teknologi maju menjadi kunci," ujarnya.
Ketua Pelaksana JCB 2021 Ari Iskandar mengatakan, selama tiga hari JCB 2021 total visitor lebih dari 4.500 peserta yang tersebar di 22 negara. Selama pelaksanaan JCB, keempat asosiasi telah menyampaikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri migas, juga menciptakan transfer pengetahuan.
"Dengan mengusung strategic alliance, IATMI mendorong Pertamina untuk melakukan strategic alliance. SKK Migas sedang menyiapkan perangkat untuk menyiapkan data upstream yang bernilai harganya," tutup Ari.
(fai)
Lihat Juga :