Kabar Buruk dari China, Bisnis Kontainer Lumpuh Akibat Kebijakan Nol Covid
Jum'at, 26 November 2021 - 16:18 WIB
loading...
A
A
A
Sementara di belahan dunia lain, seperti Amerika Serikat (AS) kelangkaan pasokan mulai reda meskipun di Inggris memburuk. Sejumlah pelabuhan di Asia kepadatan mulai berkurang akan tetapi di California, kapal-kapal bermuatan masih menumpuk.
Manajer dan operator kapal pun menyerukan agar China melonggarkan pembatasan lantaran awak kapal menanggung beban sangat berat. Pembatasan terbaru di pelabuhan China mewajibkan kru kapal dikarantina selama tiga minggu sebelum mereka kembali ke China, kemudian dua minggu lagi di pelabuhan kedatangan, dan dua minggu lagi di provinsi mereka sebelum mereka dapat bersatu kembali dengan keluarga mereka.
Menurut Direktur Pelaksana Singhai Marine Service Terence Zhao salah satu agen pemasok awak terbesar di China, fokus utama aturan di pelabuhan adalah karantina dan kesehatan. "Peraturan memang sering berubah, tergantung pada situasi Covid-19," kata dia.
Bahkan salah satu manajer kapal mengatakan bagi awak kapal dengan kebutuhan medis darurat tidak diizinkan untuk mendapatkan perawatan di China. Salah satu officer Anglo-Eastern dengan abses gigi yang parah pun tidak bisa turun dari kapal untuk perawatan tapi harus menunggu sampai kapal tiba di Korsel. "China adalah masalah besar," kata Chief Executive Officer Manager Kapal Anglo-Eastern Univan Group juga Ketua Asosiasi Pemilik Kapal Hong Kong Bjorn Hojgaard.
Sementara itu, Direktur Operasi Global dan Rantai Pasokan Cargill Eman Abdalla mengungkapkan bahwa perusahaannya harus menanggung biaya keterlembatan akibat pembatasan tersebut. "Ada beberapa kasus di mana penundaan terjadi dalam hitungan jam, tetapi ada juga kasus di mana penundaan bisa berlangsung hingga berhari-hari," kata dia.
Manajer dan operator kapal pun menyerukan agar China melonggarkan pembatasan lantaran awak kapal menanggung beban sangat berat. Pembatasan terbaru di pelabuhan China mewajibkan kru kapal dikarantina selama tiga minggu sebelum mereka kembali ke China, kemudian dua minggu lagi di pelabuhan kedatangan, dan dua minggu lagi di provinsi mereka sebelum mereka dapat bersatu kembali dengan keluarga mereka.
Menurut Direktur Pelaksana Singhai Marine Service Terence Zhao salah satu agen pemasok awak terbesar di China, fokus utama aturan di pelabuhan adalah karantina dan kesehatan. "Peraturan memang sering berubah, tergantung pada situasi Covid-19," kata dia.
Bahkan salah satu manajer kapal mengatakan bagi awak kapal dengan kebutuhan medis darurat tidak diizinkan untuk mendapatkan perawatan di China. Salah satu officer Anglo-Eastern dengan abses gigi yang parah pun tidak bisa turun dari kapal untuk perawatan tapi harus menunggu sampai kapal tiba di Korsel. "China adalah masalah besar," kata Chief Executive Officer Manager Kapal Anglo-Eastern Univan Group juga Ketua Asosiasi Pemilik Kapal Hong Kong Bjorn Hojgaard.
Sementara itu, Direktur Operasi Global dan Rantai Pasokan Cargill Eman Abdalla mengungkapkan bahwa perusahaannya harus menanggung biaya keterlembatan akibat pembatasan tersebut. "Ada beberapa kasus di mana penundaan terjadi dalam hitungan jam, tetapi ada juga kasus di mana penundaan bisa berlangsung hingga berhari-hari," kata dia.
Lihat Juga :