Keyakinan Erick Thohir Soal Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Jum'at, 26 November 2021 - 20:50 WIB
loading...
Keyakinan Erick Thohir...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimistis bahwa perekonomian Indonesia bakal segera bangkit dan terus tumbuh, meski tertekan akibat berlangsungnya pandemi Covid-19. Foto/Dok
A A A
PEKANBARU - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimistis bahwa perekonomian Indonesia bakal segera bangkit dan terus tumbuh, meski tertekan akibat berlangsungnya pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun.

Menurut Erick Thohir, optimismenya bertumpu pada tiga bekal besar yang dimiliki Indonesia, termasuk melaksanakan hilirisasi sumber daya alam agar bisa dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia dan dinikmati masyarakat Indonesia.

"Indonesia memiliki tiga bekal yang cukup baik yaitu fundamental perekonomian nasional yang kuat, sumber daya alam yang berlimpah dan juga market (pasar) yang besar mencapai 273,5 juta jiwa. Jadi jangan takut, hingga 2045 perekonomian Indonesia akan terus tumbuh," terang Menteri BUMN Erick Thohir saat menjadi narasumber pada acara silahturahmi dan dialog bertajuk “Menatap Masa Depan Ekonomi Indonesia” di Pekanbaru, Riau, Kamis (25/22) malam.

Baca Juga: Erick Thohir Sebar Surat Edaran: Semua Fasilitas Umum Milik BUMN Gratis!

Namun sambung Erick, kebangkitan dan pertumbuhan ekonomi itu harus dibarengi dengan syarat sumber daya alam yang ada tidak dieksploitasi untuk negara luar, tetapi hanya keperluan masyarakat Indonesia sendiri.

"Kita harus menggunakan sumber daya alam Indonesia untuk membangkitkan perekonomian Indonesia bukan negara lain, market Indonesia menjadi market Indonesia bukan negara lain," ujarnya.

Untuk itu Erick Thohir menilai, dibutuhkan kemauan besar dari pemerintah dan masyarakat harus bisa bertransformasi dan berinovasi dalam menghadapi globalisasi dan disrupsi digitalisasi teknologi saat ini. Globalisasi menjadi hal yang perlu dijaga, disertai sistem negosiasi yang baik untuk mengantisipasi hilangnya market.

"Kita yakin perekonomian Indonesia bisa bangkit di tahun depan. Bahkan, keyakinannya itu bukan sekedar bangkit, namun juga mengarah pada kondisi yang normal," katanya.

Erick Thohir yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menyebutkan, bahwa semua modal yang dimiliki ini harus dimanfaatkan melalui teknologi termasuk dalam ekonomi digital.

Selain itu menurutnya, setiap negara harus memiliki strategi sendiri dalam menghadapi ekonomi. "Untuk itu kita harus optimistis, market (SDM) bagus, SDA bagus, pertumbuhan bagus, pemerintah melakukan proteksi terhadap BUMN kita, dan sebaliknya juga BUMN memproteksi market nasional," ungkapnya.

Kemudian, globalisasi dan digitalisasi ini juga harus diantisipasi oleh strategi, kreativitas dan inovasi setiap pemerintah daerah dengan karakternya masing-masing.

"Masing-masing daerah harus memiliki strategi cerdas, kreatif dan inovatif dalam menyusun road map tersendiri, karena kekuatan dan karakter masing-masing daerah berbeda-beda," sambungnya.

Baca Juga: Peringati Hari Guru, Erick Thohir Silaturahmi dengan Guru Ngaji Masa Kecilnya

Erick pun mencontohkan Riau, meskipun dirinya mengaku tidak terlalu paham soal sawit, namun dia yakin bahwa Riau akan memiliki komoditas mayoritas sawit jika pemerintah memberlakukan B30. Bahkan jika pasar global sawit kolaps hasilnya masih bisa dipakai sendiri.

“Bahkan Riau bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera, karena memiliki potensi sumber daya alam yang cukup mumpuni, seperti minyak bumi, batubara, minyak sawit, perikanan dan lainnya. Jadi ketika sumber daya alam yang berlimpah termanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi, saya yakin Riau akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di kawasan Sumatera," pungkas Erick Thohir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Prabowo Dorong Percepatan...
Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi di Tanah Air
Rekomendasi
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved