Ada 3.447 Proyek Dibiayai SBSN: Dari Trans Sumatera hingga Double Track KA
Jum'at, 26 November 2021 - 23:28 WIB
loading...
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan, bendungan pengendali banjir Tukad Mati menjadi salah satu bukti proyek infrastruktur yang dibangun melalui Surat Berharga Negara berbasis Syariah (SBSN). Foto/Dok
A
A
A
BADUNG - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan, bendungan pengendali banjir Tukad Mati menjadi salah satu bukti proyek infrastruktur yang dibangun melalui Surat Berharga Negara berbasis Syariah (SBSN) .
Adapun pembangunan bendungan Tukad Mati ini dibiayai melalui SBSN secara Kontrak Tahun Jamak (MYC) dari tahun 2017 hingga 2019 dengan total alokasi SBSN yang digunakan sebesar Rp 319 miliar.
"Pembangunan prasarana bendungan pengendali banjir Tukad Mati ini merupakan salah satu contoh nyata SBSN Proyek di Bali yang dilaksanakan oleh Ditjen SDA Kementerian PUPR," kata Suahasil Nazara saat kunjungan kerja di Bali.
Baca Juga: Penerbitan Obligasi dan Sukuk 2021 Diperkirakan Sentuh Rp82,9 Triliun
Tak hanya itu, dengan dipimpin oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman, jajaran pimpinan Kementerian Keuangan juga melakukan inspeksi pembangunan 10 titik jalan tembus Singaraja – Mengwitani, dan soft launching pembangunan gedung Lab Kesehatan Terintegrasi, Universitas Ganesha Singaraja pada Jumat, (26/11/2021).
Pembangunan Jalan Baru Bts. Kota Megwitani - Singaraja dibiayai melalui SBSN MYC senilai Rp308,15 miliar dimaksudkan untuk mengurangi waktu tempuh dari kota Denpasar (PKN) menuju kota Singaraja (PKW) dan memperbaiki geometrik titik blackspot pada ruas jalan Mengwitani Singaraja.
Adapun pembangunan bendungan Tukad Mati ini dibiayai melalui SBSN secara Kontrak Tahun Jamak (MYC) dari tahun 2017 hingga 2019 dengan total alokasi SBSN yang digunakan sebesar Rp 319 miliar.
"Pembangunan prasarana bendungan pengendali banjir Tukad Mati ini merupakan salah satu contoh nyata SBSN Proyek di Bali yang dilaksanakan oleh Ditjen SDA Kementerian PUPR," kata Suahasil Nazara saat kunjungan kerja di Bali.
Baca Juga: Penerbitan Obligasi dan Sukuk 2021 Diperkirakan Sentuh Rp82,9 Triliun
Tak hanya itu, dengan dipimpin oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman, jajaran pimpinan Kementerian Keuangan juga melakukan inspeksi pembangunan 10 titik jalan tembus Singaraja – Mengwitani, dan soft launching pembangunan gedung Lab Kesehatan Terintegrasi, Universitas Ganesha Singaraja pada Jumat, (26/11/2021).
Pembangunan Jalan Baru Bts. Kota Megwitani - Singaraja dibiayai melalui SBSN MYC senilai Rp308,15 miliar dimaksudkan untuk mengurangi waktu tempuh dari kota Denpasar (PKN) menuju kota Singaraja (PKW) dan memperbaiki geometrik titik blackspot pada ruas jalan Mengwitani Singaraja.
Lihat Juga :