Mentan Ajak Semua Pihak Kawal Pupuk Subsidi
Sabtu, 27 November 2021 - 19:08 WIB
loading...
Mentan Syahrul Yasin Limpo (tengah) memimpin kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh didampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi (kanan). (Foto: Dok: BPPSDMP)
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan pengelolaan pupuk bersubsidi . Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) akan memaksimalkan peran penyuluh untuk mendukung petani dalam pengisian sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) termasuk bagi petani di lokasi IPDMIP.
Komitmen Kementan mengemuka pada video conference (VCon) Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 44 dengan tema 'Pengelolaan Pupuk Bersubsidi' pada Jumat (26/11/2021). Hadir Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo selaku keynote speech didampingi Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi di Agriculture War Room (AWR).
(Baca juga:Program Pupuk Bersubsidi Kementan Tekan Biaya Produksi Petani Porang)
Mentan Syahrul mengatakan kebutuhan pupuk petani mencapai 24 juta, namun yang disiapkan pemerintah hanya 9 juta ton. Guna mengatasi kekurangan tersebut, para penyuluh diminta memastikan tidak terjadi kesalahan dalam pendataan penerima pupuk subsidi.
“Jadi yang benar kurang, bukan langka. Sudah kurang, ada lagi distributor atau agen yang mungkin nggak benar pula. Siapa yang disalahkan, Kementan?,” kata Mentan.
Dia mengingatkan agar penyuluh mendampingi petani dalam pengisian e-RDKK untuk menghindari terjadinya kesalahan input maupun penyelewengan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
(Baca juga:Sepanjang 2020 Pupuk Indonesia Salurkan 8,4 juta Ton Pupuk Bersubsidi)
Komitmen Kementan mengemuka pada video conference (VCon) Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 44 dengan tema 'Pengelolaan Pupuk Bersubsidi' pada Jumat (26/11/2021). Hadir Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo selaku keynote speech didampingi Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi di Agriculture War Room (AWR).
(Baca juga:Program Pupuk Bersubsidi Kementan Tekan Biaya Produksi Petani Porang)
Mentan Syahrul mengatakan kebutuhan pupuk petani mencapai 24 juta, namun yang disiapkan pemerintah hanya 9 juta ton. Guna mengatasi kekurangan tersebut, para penyuluh diminta memastikan tidak terjadi kesalahan dalam pendataan penerima pupuk subsidi.
“Jadi yang benar kurang, bukan langka. Sudah kurang, ada lagi distributor atau agen yang mungkin nggak benar pula. Siapa yang disalahkan, Kementan?,” kata Mentan.
Dia mengingatkan agar penyuluh mendampingi petani dalam pengisian e-RDKK untuk menghindari terjadinya kesalahan input maupun penyelewengan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
(Baca juga:Sepanjang 2020 Pupuk Indonesia Salurkan 8,4 juta Ton Pupuk Bersubsidi)
Lihat Juga :