Ekspor Cangkang Sawit Terdongkrak Kebijakan Energi Jepang
Minggu, 28 November 2021 - 15:30 WIB
loading...
Indonesia merupakan negara eksportir cangkang sawit terbesar. Foto/Infosawit.com
A
A
A
JAKARTA - Pengusaha Indonesia kembali membukukan potensi transaksi cangkang sawit untuk diekspor ke Jepang senilai USD12 juta atau Rp170 miliar per tahun (kurs Rp14.200). Ekspor itu tentu akan berdampak pada neraca perdagangan.
“Untuk menjaga surplus neraca perdagangan, pemerintah terus berupaya mengembangkan produk dan komoditas berpotensi ekspor di pasar global. Salah satunya adalah cangkang sawit,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi, dikutip dari keterangan resmi, Minggu (28/11/2021).
Baca juga: Tak Mau Sekadar Bertahan, Jepang Kejar Kemampuan Menyerang Pangkalan Musuh
Jepang saat ini merupakan pasar terbesar bagi cangkang sawit dan diperkirakan akan terus menjadi pasar utama. Penyebabnya, kebijakan Jepang yang menetapkan 24% pemenuhan energi pada 2030 harus berasal dari energi baru dan terbarukan.
Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan menambahkan, Kemendag akan terus mendorong peningkatan ekspor cangkang sawit ke Jepang lewat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional bersama Japan External Trade Organization berupaya mempertahankan dan meningkatkan ekspor cangkang sawit ke Jepang,” ungkap Marolop.
Marolop menambahkan, Kemendag mengundang para calon pembeli untuk meninjau langsung gudang dan pabrik pengolahan agar semakin yakin dengan kualitas cangkang sawit Indonesia.
“Untuk menjaga surplus neraca perdagangan, pemerintah terus berupaya mengembangkan produk dan komoditas berpotensi ekspor di pasar global. Salah satunya adalah cangkang sawit,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi, dikutip dari keterangan resmi, Minggu (28/11/2021).
Baca juga: Tak Mau Sekadar Bertahan, Jepang Kejar Kemampuan Menyerang Pangkalan Musuh
Jepang saat ini merupakan pasar terbesar bagi cangkang sawit dan diperkirakan akan terus menjadi pasar utama. Penyebabnya, kebijakan Jepang yang menetapkan 24% pemenuhan energi pada 2030 harus berasal dari energi baru dan terbarukan.
Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan menambahkan, Kemendag akan terus mendorong peningkatan ekspor cangkang sawit ke Jepang lewat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional bersama Japan External Trade Organization berupaya mempertahankan dan meningkatkan ekspor cangkang sawit ke Jepang,” ungkap Marolop.
Marolop menambahkan, Kemendag mengundang para calon pembeli untuk meninjau langsung gudang dan pabrik pengolahan agar semakin yakin dengan kualitas cangkang sawit Indonesia.
Lihat Juga :