Pengamat: Lini Asuransi Kredit di Indonesia Perlu Segera Dibenahi
Senin, 29 November 2021 - 10:03 WIB
loading...
Persaingan yang kurang sehat di lini bisnis asuransi kredit beberapa tahun belakangan dinilai telah mengakibatkan tarif premi menjadi rendah. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Industri asuransi dinilai akan lebih moncer jika persaingan pengembangan lini bisnis asuransi kredit dibenahi. Persaingan yang kurang sehat dalam beberapa tahun belakangan dinilai telah mengakibatkan tarif premi menjadi rendah seiring cakupan rasio kegagalan kredit yang cenderung luas.
"Hal itu mengakibatkan gap yang semakin lebar antara risiko yang dihadapi dengan nilai preminya," kata pengamat ekonomi-bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Nurmadi Harsa Sumarta melalui keterangah tertulis, Senin (29/11/2021).
Baca Juga: Bidik Milenial Mulai Berasuransi, Pemasaran Digital jadi Solusi
Nurmadi mengatakan, tahun lalu saja lini asuransi kredit sempat mengalami lonjakan klaim yang cukup tinggi di saat perolehan preminya menurun. Tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19 telah mengganggu kemampuan masyarakat dalam mencicil kredit yang berdampak kepada lni bisnis asuransi kredit. Situasi ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan penerbit asuransi kredit mengalami tekanan berat.
Risiko klaim asuransi kredit masih memiliki potensi membesar pun tetap ada, mengingat ancaman kredit macet belum sirna karena ekonomi masyarakat juga belum pulih saat ini. Pembengkakan klaim juga bisa muncul sebagai akibat dari kredit periode jangka panjang yang polisnya telah terbit sebelumnya.
"Hal itu mengakibatkan gap yang semakin lebar antara risiko yang dihadapi dengan nilai preminya," kata pengamat ekonomi-bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Nurmadi Harsa Sumarta melalui keterangah tertulis, Senin (29/11/2021).
Baca Juga: Bidik Milenial Mulai Berasuransi, Pemasaran Digital jadi Solusi
Nurmadi mengatakan, tahun lalu saja lini asuransi kredit sempat mengalami lonjakan klaim yang cukup tinggi di saat perolehan preminya menurun. Tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19 telah mengganggu kemampuan masyarakat dalam mencicil kredit yang berdampak kepada lni bisnis asuransi kredit. Situasi ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan penerbit asuransi kredit mengalami tekanan berat.
Risiko klaim asuransi kredit masih memiliki potensi membesar pun tetap ada, mengingat ancaman kredit macet belum sirna karena ekonomi masyarakat juga belum pulih saat ini. Pembengkakan klaim juga bisa muncul sebagai akibat dari kredit periode jangka panjang yang polisnya telah terbit sebelumnya.
Lihat Juga :