Omicron Bikin Resah, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah
Senin, 29 November 2021 - 10:26 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada hari ini. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin (29/11/2021) pagi. Pantauan di pasar spot Investing.com hingga pukul 09:22 WIB, mata uang Garuda turun 52,5 poin atau 0,37% di harga Rp14.352 per dolar AS.
Selain rupiah, sejumlah mata uang negara Asia bergerak variatif terhadap dolar AS, ketika indeks dolar AS menguat 0,18% di level USD96,26. Yen Jepang terpukul sebesar 0,30% di 113,65 dan ringgit Malaysia anjlok 0,06% di 4,2395.
Baca juga: Rupiah Keok Lawan Greenback, Pagi Ini Kurs Rp14.328 per Dolar AS
Sementara, Peso Filipina naik 0,15% di 50,39, won Korea Selatan unggul 0,03% di 1.194, dolar Singapura menguat 0,08% di 1,3695, dan Dolar Taiwan menanjak 0,05% di 27.838. Sedangkan dolar Hong Kong turun statis 0,00% di 7,7983, Yuan China naik 0,11% di 6,3854, sementara Baht Thailand menguat 0,09% di 33,730.
Pasar mata uang bergerak lebih tenang pada hari Senin pagi di kawasan Asia setelah sempat dikagetkan dengan penemuan varian virus corona Omicron yang membuat investor bergegas melindungi aset berisikonya pada hari Minggu (28/11/2021) lalu.
Selain rupiah, sejumlah mata uang negara Asia bergerak variatif terhadap dolar AS, ketika indeks dolar AS menguat 0,18% di level USD96,26. Yen Jepang terpukul sebesar 0,30% di 113,65 dan ringgit Malaysia anjlok 0,06% di 4,2395.
Baca juga: Rupiah Keok Lawan Greenback, Pagi Ini Kurs Rp14.328 per Dolar AS
Sementara, Peso Filipina naik 0,15% di 50,39, won Korea Selatan unggul 0,03% di 1.194, dolar Singapura menguat 0,08% di 1,3695, dan Dolar Taiwan menanjak 0,05% di 27.838. Sedangkan dolar Hong Kong turun statis 0,00% di 7,7983, Yuan China naik 0,11% di 6,3854, sementara Baht Thailand menguat 0,09% di 33,730.
Pasar mata uang bergerak lebih tenang pada hari Senin pagi di kawasan Asia setelah sempat dikagetkan dengan penemuan varian virus corona Omicron yang membuat investor bergegas melindungi aset berisikonya pada hari Minggu (28/11/2021) lalu.
Lihat Juga :