Varian Baru Omicron Bikin Investor Takut, OPEC Tunda Pertemuan

Senin, 29 November 2021 - 06:20 WIB
loading...
Varian Baru Omicron Bikin Investor Takut, OPEC Tunda Pertemuan
OPEC dan sekutunya memutuskan untuk menunda pertemuan teknis hingga akhir pekan ini, untuk memberikan banyak waktu untuk menilai dampak dari varian baru virus corona Omicron. Foto/Dok
A A A
LONDON - OPEC dan sekutunya memutuskan untuk menunda pertemuan teknis hingga akhir pekan ini, untuk memberikan banyak waktu untuk menilai dampak dari varian baru virus corona Omicron . Baik itu efeknya ke permintaan, maupun kepada harga minyak mentah dunia .

Seperti dilansir Reuters, harga minyak dunia jatuh bersama dengan pasar keuangan pada Jumat, kemarin mencapai lebih dari 10%. Kejatuhan tersebut menjadi penurunan harian terbesar harga minyak sejak April 2020.

Baca Juga: Ada Varian Omicron, Luhut: Masyarakat Tak Perlu Panik

Penyebabnya karena varian baru menakuti investor dan menambah kekhawatiran bahwa surplus pasokan bisa membengkak pada kuartal pertama. Penurunan harga minyak dunia pada akhir pekan kemrin diperburuk oleh likuiditas rendah karena hari libur di AS.

Sebelumnya, OPEC telah memperkirakan surplus akan tumbuh tajam setelah Amerika Serikat dan konsumen utama lainnya memutuskan untuk melepaskan stok minyak untuk membantu mendinginkan harga minyal.

OPEC dan sekutu atau yang dikenal sebagai OPEC + telah memundurkan jadwal pertemuan komite teknis bersama mereka hingga Rabu dari sebelumnya hari ini. OPEC juga akan mengadakan pertemuan pada hari yang sama.

Baca Juga: PPKM Level 3 Saat Libur Nataru, Menko Luhut: Pilih Aman atau Sakit?

Sebuah komite pemantauan menteri bersama akan bertemu pada hari Kamis, OPEC + juga akan bertemu pada hari yang sama, ketika keputusan kebijakan terkait harga minyak kemungkinan akan diumumkan.

"Kami membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami apa varian baru ini dan apakah kami perlu bereaksi berlebihan atau tidak," kata salah satu sumber OPEC+.

Tercatat, OPEC + telah melepaskan pasokan minyak sebesat 400.000 barel per hari. Ada pengurangan dari rekor pembatasan produksi tahun lalu, saat produksi dipotong 10 juta barel per hari untuk mengatasi permintaan yang lebih rendah yang disebabkan oleh lockdown.
(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2116 seconds (11.210#12.26)