Omicron Mengintai, Pelaku Pariwisata Dilema Sambut Libur Nataru

Senin, 29 November 2021 - 12:34 WIB
loading...
Omicron Mengintai, Pelaku...
Sejumlah wisatawan menikmati kawasan Kota Tua, Jakarta. Foto/Dok SINDOnews/Yulianto
A A A
JAKARTA - Pengamat pariwisata Azril Azahari mengatakan pemerintah harus lebih tegas dalam mengantisipasi masuknya varian baru virus Corona yaitu Omicron di Indonesia.

Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) itu menilai kabar merebaknya varian virus Omicron yang hampir bersamaan dengan rencana penerapan PPKM Level 3 saat libur Natal dan tahun baru (Nataru) menjadikan pelaku sektor pariwisata kembali mengalami dilema dalam menyambut masa libur Nataru.

“Sebenarnya ini menjadi dilema bagi kami industri pariwisata. Akhir tahun kan (libur Nataru) akan banyak yang ingin berwisata, tentu ini akan menjadi desakan dari industri terhadap pemerintah untuk bisa dilonggarkan,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (29/11/2021).

Baca juga: Omicron Bikin Resah, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah

Menurut Azril, pengetatan protokol kesehatan (prokes) harus tetap ditegakan dan ditekankan di sektor wisata untuk mencegah measuk dan menyebarnya varian baru Covid-19 serta meminimalisir adanya lonjakan kasus pada gelombang ketiga.

“Ya meski akan berdampak. Sejak awal bersama pak menteri (Menparekraf Sandiaga Uno) pun sudah setuju, untuk protokol kesehatan tidak bisa dilonggarakan, sehingga tak ada celah adanya masuk varian baru. Kalau dilonggarkan pariwisata akhir tahun ini akan naik (kasus Covid-19),” ungkapnya.

Di sisi lain, pemerintah juga diminta untuk melakukan percepatan kekebalan imunitas, dengan mengebut vaksinasi untuk mengejar herd immunity dan menyeimbangi masyarakat sehingga sektor pariwisata bisa jalan beriringan dengan pengetatan yang ada.

“Jika imun sudah kuat, maka itu akan membentuk keselamatan untuk para pengunjung. Virus varian baru ini berkembang terus sekarang dengan adanya vaksin pun dia terus bermutasi, dengan demikian kita harus menjaga. Artinya, dengan adanya varian baru jangan sampai kecolongan lagi, ini yang harus dijaga betul,” tambahnya.

Baca juga: Tangkal Omicron, Pendatang dari Afrika Akan Dikerangkeng 14 Hari

Meski demikian, Azril mengatakan Pemerintah harus memberikan berbagai insentif dan juga stimulus bagi pelaku sektor pariwisata agar terjadinya keseimbangan di masa pencegahan.

“Untuk mengantisipasi pun pemerintah harus memberikan kembali stimulus atau insentif. Memang pemerintah telah melakukan berbagai bantuan usaha dan kepada pelaku pariwisata sudah beberapa kali, tapi kan belum semuanya dan harus dikaji kembali. Banyak pelaku wisata atau usaha yang tidak berbadan hukum yang belum mendapatkan,” paparnya.

Menurut dia, pemerintah seharusnya memberikan pembebasan seperti biaya listrik di daerah pariwisata untuk mendukung hal yang dominan dari sektor ekonomi pariwisata mulai dari warung, restoran, homestay, pajak perusahaan dan pajak lainnya. “Jadi, meski ditahan protokol kesehatan mereka masih bisa hidup, ekonomi jalan dan pencegahan Covid-19 pun efektif,” tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Industri Hotel Mewah...
Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
Libur Lebaran, Serambi...
Libur Lebaran, Serambi MyPertamina Hadir di 19 Titik Jalur Wisata
KPIG Kebut Pengembangan...
KPIG Kebut Pengembangan Lido City, Proyek Pariwisata Terpadu Siap Jadi Mesin Pertumbuhan
5,8 Juta Kendaraan Melintasi...
5,8 Juta Kendaraan Melintasi 4 Gerbang Tol Jasa Marga Selama Libur Nataru 2025/2026, Naik 9,8%
MNC University dan Pemkab...
MNC University dan Pemkab Kotabaru Perkuat Kolaborasi, Luncurkan Aplikasi OPPKPKE dan Bahas Pengembangan Pariwisata
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Rekomendasi
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
Jadwal Resmi Libur Sekolah...
Jadwal Resmi Libur Sekolah Selama Bulan Ramadan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved