Ancaman Varian Baru Omicron Jelang Libur Nataru, Ini Pesan Luhut
Selasa, 30 November 2021 - 07:40 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan, kunci ekonomi agar tetap tumbuh positif di tengah kabar munculnya virus Covid-19 varian baru Omicron. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan, kunci ekonomi agar tetap tumbuh positif di tengah kabar munculnya virus Covid-19 varian baru Omicron . Pernyataan ini disampaikan melalui Juru Bicara (Jubir) Jodi Mahardi.
Menko Luhut menyebutkan kunci pengendalian pandemi menjadi hal yang penting agar perhumbuhan ekonomi bisa berjalan dan tumbuh baik.
“Yang pertama, kunci ekonomi tetap terjaga dan tumbuh adalah dengan terus menjaga terkendalinya kasus Covid-19 ini. Kalau ini sudah terjaga dengan baik, maka kami yakin ekonomi juga tetap baik dan terus tumbuh,” kata Jubir Menko Luhut Jodi Mahardi kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (30/11/2021).
Baca Juga: WHO Peringatkan Varian Omicron Timbulkan Risiko Global Sangat Tinggi
Disebutkan juga bahwa perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia sudah terkendali dengan baik. Meski begitu masyarakat ditekankan harus tetap waspada dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Protkes) secara ketat.
Menko Luhut menyebutkan kunci pengendalian pandemi menjadi hal yang penting agar perhumbuhan ekonomi bisa berjalan dan tumbuh baik.
“Yang pertama, kunci ekonomi tetap terjaga dan tumbuh adalah dengan terus menjaga terkendalinya kasus Covid-19 ini. Kalau ini sudah terjaga dengan baik, maka kami yakin ekonomi juga tetap baik dan terus tumbuh,” kata Jubir Menko Luhut Jodi Mahardi kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (30/11/2021).
Baca Juga: WHO Peringatkan Varian Omicron Timbulkan Risiko Global Sangat Tinggi
Disebutkan juga bahwa perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia sudah terkendali dengan baik. Meski begitu masyarakat ditekankan harus tetap waspada dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Protkes) secara ketat.
Lihat Juga :