Bubar! 74 BUMN Jadi Korban Program Efisiensi Erick Thohir
Rabu, 01 Desember 2021 - 15:37 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan sebanyak 74 anak dan cucu usaha BUMN telah dibubarkan demi efisiensi dan konsolidasi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian BUMN mencatat, sebanyak 74 perusahaan pelat merah sudah dibubarkan, terdiri dari anak dan cucu BUMN. Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan, pembubaran tersebut bagian dari efisiensi usaha BUMN.
Adapun perseroan yang dibubarkan itu antara lain 13 anak dan cucu usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, 26 anak dan cucu PT Pertamina (Persero), dan 24 anak dan cucu usaha PTPN Group atau Holding Perkebunan Nusantara. Selanjutnya, ada pula anak usaha dan cucu PT PLN (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Baca Juga: Aset Lahan BUMN Banyak Dicaplok Pihak Lain, Tenaga Ahli BPN: Kuasai Kembali!
"Memang kan kita harus terus melakukan konsolidasi dan efisiensi. Karena itu kita sudah menutup 74 anak dan cucu BUMN. Di Telkom sudah ada 13, Pertamina 26, dan PTPN Group itu 24," ujar Erick kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).
Erick menambahkan, rencana pembubaran atau penutupan perusahaan milik negara masih akan terus dilanjutkan. Salah satunya melalui skema swastanisasi perusahaan dengan tingkat pendapatannya di bawah standar atau kecil.
Baca Juga: Diabetes, 5 Sayur Penurun Gula Darah Tinggi yang Ampuh
Kendati demikian, Erick memastikan, efisiensi yang dilakukan tidak berdampak pada pengurangan karyawan BUMN. Kepastian itu didasarkan pada keyakinan bila efisiensi jumlah anak dan cucu BUMN akan membuat bisnis perusahaan berkembang lebih baik.
"Dan ini artinya apa? Yang menarik kalau ini ditanya apa ada pelepasan tenaga kerja? Ya tidak juga karena dengan berkembangnya usaha, tenaga kerja terserap," jelasnya.
Adapun perseroan yang dibubarkan itu antara lain 13 anak dan cucu usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, 26 anak dan cucu PT Pertamina (Persero), dan 24 anak dan cucu usaha PTPN Group atau Holding Perkebunan Nusantara. Selanjutnya, ada pula anak usaha dan cucu PT PLN (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Baca Juga: Aset Lahan BUMN Banyak Dicaplok Pihak Lain, Tenaga Ahli BPN: Kuasai Kembali!
"Memang kan kita harus terus melakukan konsolidasi dan efisiensi. Karena itu kita sudah menutup 74 anak dan cucu BUMN. Di Telkom sudah ada 13, Pertamina 26, dan PTPN Group itu 24," ujar Erick kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).
Erick menambahkan, rencana pembubaran atau penutupan perusahaan milik negara masih akan terus dilanjutkan. Salah satunya melalui skema swastanisasi perusahaan dengan tingkat pendapatannya di bawah standar atau kecil.
Baca Juga: Diabetes, 5 Sayur Penurun Gula Darah Tinggi yang Ampuh
Kendati demikian, Erick memastikan, efisiensi yang dilakukan tidak berdampak pada pengurangan karyawan BUMN. Kepastian itu didasarkan pada keyakinan bila efisiensi jumlah anak dan cucu BUMN akan membuat bisnis perusahaan berkembang lebih baik.
"Dan ini artinya apa? Yang menarik kalau ini ditanya apa ada pelepasan tenaga kerja? Ya tidak juga karena dengan berkembangnya usaha, tenaga kerja terserap," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :