Ahok Soroti Banyak Kontrak Bisnis Rugikan BUMN, Erick Thohir: Tolong Cek Pertamina

Rabu, 01 Desember 2021 - 16:56 WIB
loading...
Ahok Soroti Banyak Kontrak...
Menteri BUMN Erick Thohir buka suara terkait ucapan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyatakan bahwa banyak kontrak-kontrak bisnis merugikan BUMN. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir buka suara terkait ucapan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyatakan bahwa banyak kontrak-kontrak bisnis merugikan BUMN.

Erick menilai, pernyataan Ahok tersebut sejalan dengan upaya perbaikan yang dilakukan Kementerian BUMN melalui lima pondasi transformasi. Bahkan, upaya itu sudah dilakukan sejak 2020 lalu.

"Ya saya rasa yang disampaikan Pak komut (Pertamina) itu kan sebuah pembicaraan, coba teman-teman media cek statement saya dari tahun 2020 mengenai perbaikan daripada lima fondasi BUMN mengenai bisnis proses. Jadi, kalau Pak Ahok, Pak komut menyatakan itu saya mengucapkan terima kasih," ujar Erick, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: Ternyata Gara-gara Ini, Erick Thohir Stres Ngurus BUMN

Erick Thohir pun meminta agar Ahok mengecek kembali sejumlah kontrak yang sudah dilakukan Pertamina. Langkah tersebut untuk membantu Kementerian BUMN mendorong tranformasi di BUMN.

"Tolong di-review yang ada di Pertamina seperti saya juga me-review keseluruhan BUMN. Itu yang kita lakukan, transparansi dan bisnis proses. Tapi saya cuma mau ingatkan, tadi yang statement di nikkei kalau kita tidak mengembangkan ekosistem industri modern, kita tidak melakukan T&D investasi akhirnya kita tertinggal," kata dia.

Dalam sebuah sesi wawancara, Ahok mencatat banyak kontrak bisnis yang dilakukan BUMN, termasuk Pertamina, justru menguntungkan pihak swasta. Sebagai komut, Ahok terus mendorong perlunya upaya perbaikan di internal Pertamina berkaitan dengan kontrak tersebut.

Baca Juga: Bubar! 74 BUMN Jadi Korban Program Efisiensi Erick Thohir

"Banyak kontrak BUMN yang sangat merugikan BUMN juga, termasuk Pertamina. Jadi itu yang saya marah, ini yang lagi kita koreksi ini. Kenapa kontrak-kontraknya menguntungkan pihak lain. Itu mens rea-nya ada," ungkap Ahok.

Meski demikian, direksi Pertamina dan BUMN lain tak lantas merealisasikan kontrak yang dimaksud. Sebab, direksi perusahaan melakukan penilaian kembali kontrak tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Rekomendasi
Dulu Dipaksa Les Nyanyi,...
Dulu Dipaksa Les Nyanyi, Kini Arcelly Bersinar di Panggung Nasional
Masih 0 Poin, Kenapa...
Masih 0 Poin, Kenapa Senegal dan Irak Belum Tersingkir dari Piala Dunia 2026?
Tinggalkan Karakter...
Tinggalkan Karakter Garang, Kim Mu Yeol Bertransformasi Jadi Dokter Hangat di First Doctor
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
Infografis
5 Kampus yang Lulusannya...
5 Kampus yang Lulusannya Banyak Bekerja di BUMN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved