Menko Airlangga Jabarkan Topik Utama KTT G20 di Bali Tahun Depan
Rabu, 01 Desember 2021 - 19:02 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjabarkan topik fokus utama yang akan dibahas di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, tahun depan. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjabarkan topik fokus utama yang akan dibahas di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, tahun depan.
"Untuk mengimplementasikan secara konkret topik utama Presidensi G20 Indonesia , saya melihat ada empat aspek penting yang harus digarisbawahi," ujar dia saat webinar yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri dengan tajuk "Manfaat Keketuaan Indonesia di G20 bagi Sektor Usaha dan Bisnis di Indonesia", Selasa (30/11/2021).
Menurut dia Presidensi Indonesia pada forum G20 akan berfokus pada tiga topik utama, pertama adalah sistem kesehatan global yang perlu diperkuat secara seimbang sehingga mampu mendorong peningkatan kapasitas negara berkembang dalam upaya memproduksi vaksin Covid-19 secara mandiri. Kemudian transformasi ekonomi dan digitalisasi di mana teknologi menjadi enabler khususnya bagi penguatan kapasitas UMKM agar mampu bertahan dari krisis.
Baca Juga: Sri Mulyani: KTT G20 di Bali Akan Bahas Desain Pemulihan Ekonomi Global
Kemudian yang terakhir adalah transisi energi yang menekankan pada isu pembangunan ekonomi rendah karbon serta ketersediaan technology basket. Ketiga topik tersebut menopang tema besar Recover Together, Recover Stronger
Dengan triple disruptions yang terjadi pada sektor kesehatan, ekonomi, dan lingkungan hidup, negara-negara G20 dituntut untuk mencari kebijakan jalan keluar (exit policy) yang mampu membawa kondisi global kembali seperti sebelum masa pandemi. Negara-negara yang tergabung dalam G20 tetap berpedoman pada visi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, inklusif, dan seimbang.
"Pertama, kita perlu menarik investasi untuk mendukung leapfrog productivity. Kedua, membangun domestic demand dan memperkuat ekspor melalui peningkatan kualitas produk dan membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi UMKM. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM agar siap menghadapi tantangan masa depan. Dan keempat, mengakselerasi adopsi ESG (environment, social, and good governance), dimana upaya dekarbonisasi usaha dan peningkatan investasi di sektor usaha yang ramah lingkungan menjadi kunci," kata Menko Airlangga.
Selain itu, sinergi antara pelaku usaha dan Pemerintah juga penting dalam mengupayakan masa depan bisnis yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Disinilah letak keterlibatan strategis dari Business20 (B20) yang dimotori oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk secara konkrit mewujudkan kerja sama business to business dengan memanfaatkan momentum Presidensi G20 Indonesia ini.
"Untuk mengimplementasikan secara konkret topik utama Presidensi G20 Indonesia , saya melihat ada empat aspek penting yang harus digarisbawahi," ujar dia saat webinar yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri dengan tajuk "Manfaat Keketuaan Indonesia di G20 bagi Sektor Usaha dan Bisnis di Indonesia", Selasa (30/11/2021).
Menurut dia Presidensi Indonesia pada forum G20 akan berfokus pada tiga topik utama, pertama adalah sistem kesehatan global yang perlu diperkuat secara seimbang sehingga mampu mendorong peningkatan kapasitas negara berkembang dalam upaya memproduksi vaksin Covid-19 secara mandiri. Kemudian transformasi ekonomi dan digitalisasi di mana teknologi menjadi enabler khususnya bagi penguatan kapasitas UMKM agar mampu bertahan dari krisis.
Baca Juga: Sri Mulyani: KTT G20 di Bali Akan Bahas Desain Pemulihan Ekonomi Global
Kemudian yang terakhir adalah transisi energi yang menekankan pada isu pembangunan ekonomi rendah karbon serta ketersediaan technology basket. Ketiga topik tersebut menopang tema besar Recover Together, Recover Stronger
Dengan triple disruptions yang terjadi pada sektor kesehatan, ekonomi, dan lingkungan hidup, negara-negara G20 dituntut untuk mencari kebijakan jalan keluar (exit policy) yang mampu membawa kondisi global kembali seperti sebelum masa pandemi. Negara-negara yang tergabung dalam G20 tetap berpedoman pada visi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, inklusif, dan seimbang.
"Pertama, kita perlu menarik investasi untuk mendukung leapfrog productivity. Kedua, membangun domestic demand dan memperkuat ekspor melalui peningkatan kualitas produk dan membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi UMKM. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM agar siap menghadapi tantangan masa depan. Dan keempat, mengakselerasi adopsi ESG (environment, social, and good governance), dimana upaya dekarbonisasi usaha dan peningkatan investasi di sektor usaha yang ramah lingkungan menjadi kunci," kata Menko Airlangga.
Selain itu, sinergi antara pelaku usaha dan Pemerintah juga penting dalam mengupayakan masa depan bisnis yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Disinilah letak keterlibatan strategis dari Business20 (B20) yang dimotori oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk secara konkrit mewujudkan kerja sama business to business dengan memanfaatkan momentum Presidensi G20 Indonesia ini.
Lihat Juga :