Sri Mulyani Punya Resep Jadikan Ekonomi RI 5 Besar di 2045, Apa Aja?

Kamis, 02 Desember 2021 - 17:30 WIB
loading...
Sri Mulyani Punya Resep...
Menkeu Sri Mulyani mengatakan, punya resep mengenai berbagai langkah dalam menguatkan fondasi ekonomi Indonesia untuk mewujudkan visi Indonesia Maju 2045. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani mengatakan, punya resep mengenai berbagai langkah dalam menguatkan fondasi ekonomi Indonesia yakni melalui reformasi struktural , reformasi fiskal dan percepatan transformasi ekonomi. Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi, Indonesia diketahui juga tengah berusaha mewujudkan visi Indonesia Maju 2045.

Baca Juga: Kejar Ekonomi RI 5 Besar Dunia, Ini 6 Strategi Kepala Bappenas

Namun itu bukan perkara mudah karena saat ini Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan domestik maupun global, seperti produktivitas yang belum optimal, angkatan kerja yang masih didominasi oleh penduduk berpendidikan menengah ke bawah, ketergantungan pada komoditas. Lalu ditambah risiko ketidakpastian global dalam bentuk pemulihan yang tidak merata di seluruh dunia dan ancaman perubahan iklim.

“Kalau kita bicara 100 tahun Indonesia merdeka yaitu di tahun 2045, itu adalah milestone yang kita tentu punya impian, harapan dan target,” kata Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Sri Mulyani mengatakan, bahwa Indonesia pada tahun 2045 diperhitungkan akan menjadi negara yang masuk dalam jajaran lima negara ekonomi terbesar di dunia. Kalau sekarang posisi Indonesia dalam G20 ada pada kisaran ranking 15 atau 16, Menkeu menegaskan jika Indonesia bisa terus menjaga pertumbuhan ekonomi secara baik maka posisi Indonesia bisa naik.

"Indonesia bersama dengan India dan China serta negara berkembang lainnya diprediksi akan mampu bersaing dengan negara maju dalam memberikan kontribusi pada perekonomian global," katanya.

Mantan Direktur Bank Dunia itu menyebut hal ini karena selain memiliki populasi yang banyak, Indonesia serta beberapa negara berkembang juga memiliki ukuran ekonomi yang besar.

“Nah, untuk mencapai itu (Indonesia 2045) kan tidak cuman hitung-hitungan growth sekian GDP sekian. Tapi there are so many necessary condition yang harus kita bangun. Reformasi harus tetap dijalankan. Reformasi kemana? Reformasi yang membuat pemerintahan menjadi bersih, efisien, akuntabel, dan melayani,” sambung Menkeu.

Baca Juga: Ekonomi RI Bisa Tembus 5 Besar Dunia

Selanjutnya, Menkeu mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang mampu menunjang gerak perekonomian, penguatan sistem kesehatan nasional dan pembangunan sistem pendidikan yang kompetitif harus dilakukan untuk menuju visi Indonesia Maju 2045.

“Sehingga nanti kita punya SDM yang baik, institusi publik, akuntabel dan efisien, infrastrukturnya bagus, sehingga Indonesia bisa tumbuh menjadi negara yang tadi disebut keren,” lanjutnya.

Selain itu, Menkeu juga menekankan pentingnya reformasi hukum sehingga pelaksanaan check and balance pada fungsi kelembagaan eksekutif, legislatif dan yudikatif itu terus ada dan optimal.

"Hal ini untuk membangun kepercayaan kepada publik bahwa negara hadir dalam setiap sendi kehidupan bangsa dan negara berusaha secara maksimal untuk memajukan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Berita Terkini
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Infografis
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved