Gelar Rapimnas 2021, Kadin Indonesia Siapkan Road Map Indonesia Emas 2045
Jum'at, 03 Desember 2021 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
Terkait itu, Kadin Indonesia menyiapkan Road Map To Indonesia 2045 dengan menguatkan tiga program utama, yakni mendukung percepatan investasi seperti spirit UU Cipta Kerja, membangun ekonomi daerah dan menciptakan kewirausahaan serta penguatan SDM melalui vokasi.
“Kita ambil spirit dari UU Cipta Kerja. Spirit mempercepat dan permudah investasi, ada lapangan kerja bagi masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Lalu kuatkan ekonomi daerah, kebijakannya jangan disamakan, tapi lihat potensi daerahnya. Ingat, ekonomi daerah kuat, ekonomi nasional akan kokoh,” ujarnya.
Arsjad juga menjelaskan resep terakhirnya soal mengangkat pondasi ekonomi Indonesia, yakni UMKM melalui penguatan kewirausahaan dan SDM. UMKM, kata Arsjad, harus naik kelas, dari informal menjadi formal sehingga bisa mengakses permodalan untuk menjadi lebih besar.
(Baca juga:Mendag Lutfi Harap Badan Baru Kadin Turut Majukan Perdagangan)
“Kadin Indonesia mendorong program ekonomi kerakyatan yang mengedepankan kerja sama, kolaborasi menciptakan wirausaha sosial, peduli terhadap ekonomi negara, bangsa dan masyarakat. Itulah Ekonomi Pancasila yang bertujuan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Hal ini juga kata Arsjad, akan dibawa Pemerintah Indonesia dalam Presidensi G20 yang akan digelar di Bali tahun 2022. “Ini menjadi kebanggaan bagi kita sebagai negara berkembang pertama yang menjadi tuan rumah,” kata Arsjad.
Indonesia akan membawa isu-isu negara berkembang, yakni soal UMKM dan ekonomi digital serta komitmen Indonesia menyiapkan diri sebagai kekuatan ekonomi dunia melalui industri hijau dan ramah lingkungan.
“Kita ambil spirit dari UU Cipta Kerja. Spirit mempercepat dan permudah investasi, ada lapangan kerja bagi masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Lalu kuatkan ekonomi daerah, kebijakannya jangan disamakan, tapi lihat potensi daerahnya. Ingat, ekonomi daerah kuat, ekonomi nasional akan kokoh,” ujarnya.
Arsjad juga menjelaskan resep terakhirnya soal mengangkat pondasi ekonomi Indonesia, yakni UMKM melalui penguatan kewirausahaan dan SDM. UMKM, kata Arsjad, harus naik kelas, dari informal menjadi formal sehingga bisa mengakses permodalan untuk menjadi lebih besar.
(Baca juga:Mendag Lutfi Harap Badan Baru Kadin Turut Majukan Perdagangan)
“Kadin Indonesia mendorong program ekonomi kerakyatan yang mengedepankan kerja sama, kolaborasi menciptakan wirausaha sosial, peduli terhadap ekonomi negara, bangsa dan masyarakat. Itulah Ekonomi Pancasila yang bertujuan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Hal ini juga kata Arsjad, akan dibawa Pemerintah Indonesia dalam Presidensi G20 yang akan digelar di Bali tahun 2022. “Ini menjadi kebanggaan bagi kita sebagai negara berkembang pertama yang menjadi tuan rumah,” kata Arsjad.
Indonesia akan membawa isu-isu negara berkembang, yakni soal UMKM dan ekonomi digital serta komitmen Indonesia menyiapkan diri sebagai kekuatan ekonomi dunia melalui industri hijau dan ramah lingkungan.
Lihat Juga :