Luncurkan SNI dan Skema Akreditasi CHSE, Menparekraf: Ini Gold Standard Pelayanan di Sektor Parekraf
Minggu, 05 Desember 2021 - 11:08 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno menunjukkan aplikasi PeduliLindungi di ponselnya. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) menjadi standar utama atau gold standard dalam penerapan pelayanan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) terutama saat pandemi Covid-19.
Menparekraf Sandiaga Uno saat meluncurkan SNI dan skema akreditasi CHSE di Plataran Hutan Kota, Jakarta, Sabtu (4/12/2021), menjelaskan, sertifikasi CHSE merupakan hal yang sangat penting bagi sektor parekraf untuk memulihkan kepercayaan wisatawan dan menggeliatkan kembali aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Selain itu, CHSE untuk memberikan jaminan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi gold standard dan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” katanya, dikutip Minggu (5/12/2021).
Baca juga: Santri Digitalpreneur Bidik 1.000 Pesantren, Sandiaga Dorong Para Santri Ciptakan Lapangan Kerja
Dia mengungkapkan, pada 2020 telah teraudit sebanyak 6.776 pelaku usaha dan mereka yang sudah tersertifikasi CHSE sebanyak 5.865 usaha. Untuk tahun 2021 ini, telah teraudit sebanyak 6.300 pelaku usaha dan 6.121 yang tersertifikasi CHSE.
Menparekraf Sandiaga Uno saat meluncurkan SNI dan skema akreditasi CHSE di Plataran Hutan Kota, Jakarta, Sabtu (4/12/2021), menjelaskan, sertifikasi CHSE merupakan hal yang sangat penting bagi sektor parekraf untuk memulihkan kepercayaan wisatawan dan menggeliatkan kembali aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Selain itu, CHSE untuk memberikan jaminan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi gold standard dan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” katanya, dikutip Minggu (5/12/2021).
Baca juga: Santri Digitalpreneur Bidik 1.000 Pesantren, Sandiaga Dorong Para Santri Ciptakan Lapangan Kerja
Dia mengungkapkan, pada 2020 telah teraudit sebanyak 6.776 pelaku usaha dan mereka yang sudah tersertifikasi CHSE sebanyak 5.865 usaha. Untuk tahun 2021 ini, telah teraudit sebanyak 6.300 pelaku usaha dan 6.121 yang tersertifikasi CHSE.
Lihat Juga :