BEI Resmi Terapkan 4 Fitur Baru Perdagangan Mulai Hari Ini

Senin, 06 Desember 2021 - 15:31 WIB
loading...
BEI Resmi Terapkan 4...
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto/Dok SINDOphoto/Astra Bonardo
A A A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan empat fitur baru perdagangan bursa yang efektif mulai hari ini, Senin (6/12/2021). Keempat fitur baru tersebut adalah penutupan kode broker, penyesuaian mekanisme Pre-Opening dan Pre-Closing, penambahan fitur Market Order, dan perpanjangan waktu perdagangan di pasar negosiasi.

"Aturan baru ini sebenarnya sudah direncanakan lebih dari setahun yang lalu dan akhirnya hari ini kita resmi menerapkan. Dalam prosesnya tampak berjalan dengan lancar," kata Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa Laksono Widodo dalam konferensi pers, Senin (6/12/2021).

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menambahkan, penerapan empat fitur baru di bursa membuat layanan transaksi semakin efisien dan teratur. Hasan menyebut agenda ini sebagai bagian dari usaha transformasi bursa di masa mendatang sejalan dengan para anggota Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia, termasum Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Baca juga: 196 Saham Perkasa, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.552

"Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya besar BEI dalam melakukan transformasi keseluruhan proses dari bursa seperti pencatatan, perdagangan, dan pengawasan transaksi," ujarnya.

Hasan meyakini penerapan empat fitur baru ini dapat mengembangkan layanan bursa secara lebih teratur hingga semakin dekat dengan masyarakat. "Tentu tujuan akhirnya adalah untuk mendorong agar BEI akan dapat menyediakan perkembangan layanan bursa efek secara teratur, wajar, efisien, dan semakin dekat," tukasnya.

Terkait aturan penutupan kode broker, BEI memastikan tidak akan menampilkan kode broker dalam informasi transaksi selama sesi perdagangan berlangsung. Informasi mengenai broker saham baru akan terlihat setelah sesi perdagangan selesai (closing session).

Baca juga: BEI Komitmen Kembangkan Investasi Hijau di Pasar Modal

Laksono memaparkan pengambilan kebijakan ini dilakukan untuk melindungi investor dalam pengambilan keputusan investasi selama perdagangan berlangsung.

"Sebelum menerapkan kebijakan ini, tentunya kami telah melakukan benchmarking ke beberapa bursa lain di dunia dan memastikan bahwa penutupan kode broker merupakan base practice yang dianut oleh rata-rata bursa besar di seluruh dunia," kata Laksono dalam Sosialisasi Proyek Pre-Closing dan Penutupan Kode Broker, Rabu (24/11/2021).

Adapun tujuan penutupan kode broker ini adalah meningkatkan kewajaran harga dan encouragement untuk melakukan analisa/riset, mengurangi herding behavior dan front running, dan penyesuaian atas global best practice di bursa luar negeri.

Baca juga: IHSG Menuju 7.000, Ketua OJK: Kalau Mau Beli Saham, Sekarang!

Ke depan, BEI juga akan menutup atau tidak menampilkan datafeed distributor kepada pelanggan datafeed eksternal. Selain itu, BEI bakal menutup informasi domisili (lokal/asing) pada informasi transaksi. Adapun penutupan informasi lokal dan asing akan diterapkan 6 bulan setelah penerapan penutupan kode broker.

Jika sebelumnya dalam running trade real time tersedia kode broker, maka nantinya di dalam running trade tidak ada kode broker. Sama halnya jika sebelumnya ada kode broker setelah transaction matched maka ke depan kode broker menjadi tidak terlihat setelah transaksi diterima.

Namun, BEI tetap menyediakan informasi broker setelah akhir hari alias saat sesi closing. Beberapa data akan tetap tersedia seperti (a) data olahan dari perusahaan sekuritas, (b) summary broker, (c) summary investor type, (d) data statistik, (e) daily trading information, hingga (f) data transaksi bursa-EOD.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
Rekomendasi
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved