Sedih! Saat Harga Tinggi, Petani Cabai di Lumajang Gagal Panen Usai Erupsi Semeru
Sabtu, 11 Desember 2021 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Musripah juga mengalami kesedihan serupa. Hampir tiga hektare kebun cabainya tertimbun material erupsi. Ia menunjukkan kebun cabai rawitnya yang tak jauh dari rumah yang terkubur.
Perempuan berusia 53 tahun ini bercerita, bagian bawah yang dipasang garis polisi dulunya adalah perkebunan dan persawahan milik warga. Kini area perkebunan warga itu semuanya berubah tertimbun material dengan kedalaman mencapai 30-50 meter.
"Ini dulunya enggak segini dalam. Terus ini area perkebunan sekarang jadi terkubur. Semuanya hancur termasuk cabai saya," ungkap dia.
Dirinya menuturkan, pada Sabtu paginya ia sempat melihat kebunnya dan memprediksi akan panen dalam waktu dua tiga hari ke depan. Beberapa cabai bahkan telah ranum dan siap dipetik sehingga ia memutuskan memetiknya terlebih dahulu.
"Ada yang sudah dipanen tapi enggak banyak, karena masih ada yang di pohonnya. Jadi sudah hijau-hijau siap panen, tapi nggak tahunya kena Semeru," ucap Musripah, sambil sesekali mengelap air matanya dengan jilbab yang ia kenakan.
Perempuan berusia 53 tahun ini bercerita, bagian bawah yang dipasang garis polisi dulunya adalah perkebunan dan persawahan milik warga. Kini area perkebunan warga itu semuanya berubah tertimbun material dengan kedalaman mencapai 30-50 meter.
"Ini dulunya enggak segini dalam. Terus ini area perkebunan sekarang jadi terkubur. Semuanya hancur termasuk cabai saya," ungkap dia.
Dirinya menuturkan, pada Sabtu paginya ia sempat melihat kebunnya dan memprediksi akan panen dalam waktu dua tiga hari ke depan. Beberapa cabai bahkan telah ranum dan siap dipetik sehingga ia memutuskan memetiknya terlebih dahulu.
"Ada yang sudah dipanen tapi enggak banyak, karena masih ada yang di pohonnya. Jadi sudah hijau-hijau siap panen, tapi nggak tahunya kena Semeru," ucap Musripah, sambil sesekali mengelap air matanya dengan jilbab yang ia kenakan.
Lihat Juga :