Gubernur BI Beberkan 4 Jurus Majukan Pembayaran Digital

Sabtu, 11 Desember 2021 - 14:30 WIB
loading...
Gubernur BI Beberkan...
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan untuk mengembangkan pembayaran digital dibutuhkan infrastruktur. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebutkan setidaknya ada empat faktor yang dibutuhkan untuk memajukan ekosistem pembayaran digital . Pertama adalah infrastruktur digital yang tersebar secara luas di seluruh Indonesia untuk menguatkan konektivitas.

Baca juga: Hore! QRIS Rambah Thailand, Belanja Cukup Pakai Ponsel

"Tentu saja konektivitas digital (adalah) emas, tapi konektivitas digital juga tidak akan mungkin tanpa adanya market, sehingga harus bisa membawanya secara bersama," ujar Perry dalam Indonesia Fintech Summit 2021, Sabtu (11/12/2021).

Yang kedua, kata Perry, fintech tidak bisa bertumbuh sendirian karena fintech memiliki satu segmen market, namun butuh kolaborasi dengan digital banking. Fintech juga buth e-commerce sebagai pasar digital yang besar sehingga membutuhkan konektivitas yang kuat untuk mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045.

"Yang ketiga adalah reform, tahun ini kita sudah mengeluarkan reform di dalam digital payment system industri, izin menjadi mudah," sambung Perry.

Baca juga: PT LIB Tersandung Kasus Penggelapan Dana Hak Siar, Klub Ragukan Transparansi

Selanjutnya yang terahir Perry menyebut yang tidak kalah penting adalah literasi kepada masyarakat yang nantinya akan menjadi pengguna. Tidak hanya sekedar menggunakan teknologi yang ada, namun juga harus bisa mencari peluang untuk bisa memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Rekomendasi
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved