Pakar Manajemen Konstruksi Soroti Insiden Perobohan Tiang Pancang Kereta Cepat
Senin, 13 Desember 2021 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
"Jangan cuma operator pencabutan, karena dia harus mampu mengukur presisinya sehingga tidak mengalami kegagalan. Jadi seluruh proses konstruksi harus dilakukan oleh ahlinya, ahli perancang, ahli pembangun dan juga ahli operatornya, karena kalau dilakukan oleh orang yang kurang tepat tidak bisa," sambungnya.
Makanya, Ronald melihat insiden perobohan tiang beton yang sempat menimpa eskavator karena minim pengawasan. Siapa yang harus mengawasi, menurut Ronald, adalah konsultan pengawas, konsultasi PMCM (Program and Construction Management) atau dari sisi owner.
Baca juga: Update Erupsi Gunung Seru: 46 Warga Meninggal dan 9.374 Orang Mengungsi
"Oke kita tarik, oke kita tarik atau geser, itu harus ada komando. Nah yang mengomandoi itu siapa, kegagalan 2016 dan 2017 waktu di Pulo Mas, Kampung Melayu, sama itu, tapi tidak disalahkan juga operatornya. Operatornya bener komandonya gak bener juga masalah," pungkasnya.
Makanya, Ronald melihat insiden perobohan tiang beton yang sempat menimpa eskavator karena minim pengawasan. Siapa yang harus mengawasi, menurut Ronald, adalah konsultan pengawas, konsultasi PMCM (Program and Construction Management) atau dari sisi owner.
Baca juga: Update Erupsi Gunung Seru: 46 Warga Meninggal dan 9.374 Orang Mengungsi
"Oke kita tarik, oke kita tarik atau geser, itu harus ada komando. Nah yang mengomandoi itu siapa, kegagalan 2016 dan 2017 waktu di Pulo Mas, Kampung Melayu, sama itu, tapi tidak disalahkan juga operatornya. Operatornya bener komandonya gak bener juga masalah," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :