Harga LPG Mandek, Pengamat: Pertamina Patra Niaga Rugi Ratusan Miliar per Bulan

Senin, 13 Desember 2021 - 14:52 WIB
loading...
Harga LPG Mandek, Pengamat:...
PT Pertamina Patra Niaga diperkirakan menanggung kerugian ratusan miliar dari bisnis LPG nonsubsidi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Harga minyak dunia yang terus meningkat telah mengerek naik harga acuan LPG, Contract Price Aramco (CPA) yang pada awal tahun sekitar USD538/MT menjadi sekitar USD847/MT saat ini. Namun demikian, harga LPG di dalam negeri, termasuk yang nonsubsidi belum mengalami perubahan sejak 2017.

Dengan perkembangan harga tersebut, pengamat energi Sofyano Zakaria memperkirakan Pertamina Patra Niaga, anak usaha Pertamina yang bergerak di bidang perdagangan olahan minyak bumi, harus menelan kerugian yang tidak sedikit.



"Jika Pertamina Patra Niaga menetapkan HPP LPG, khususnya yang nonsubsidi 12 kg dan 5,5 kg pada CPA USD538/MT, maka dengan harga CPA di angka USD800-an/MT saat ini, perusahaan akan merugi sebesar kurang lebih Rp5.000/kg, atau sekitar Rp291 miliar per bulan. Itu dengan volume LPG yang disalurkan sekitar 58.300 MT per bulan," ungkapnya melalui keterangan tertulis, Senin (13/12/2021).

Hal itu, lanjut dia, seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, salah satu subholding PT Pertamina (Persero) itu berdasarkan undang-undang bukan lagi BUMN yang dapat merugi karena menanggung penugasan dari pemerintah. "Dengan status yang bukan BUMN, janggal jika Patra Niaga tetap melanjutkan bisnis nonsubsidi yang mengalami kerugian. Ini harusnya bisa dipermasalahkan oleh Pertamina selaku induknya," kata Sofyano.

Setidaknya, lanjut Sofyano, Patra Niaga perlu melakukan penyesuaian harga agar tidak lagi merugi dalam bisnis LPG nonsubsidi tersebut. Terlebih, tegas dia, pengguna produk ini adalah golongan mampu yang semestinya tidak perlu disubsidi.



"Kemudian, mengingat LPG nonsubsidi penggunaannya hanya sekitar 700.000 MT/tahun, atau sekitar 58.300 MT/bulan atau hanya sekitar 7,5% dari total volume penggunaan LPG secara nasional, tidak ada salahnya ketika harga LPG CPA tinggi seperti saat ini Patra Niaga menaikkan harga jual," sambungnya.

Kendati demikian, Sofyano menilai akan sangat bijak jika kenaikan harga jual LPG nonsubsidi dilakukan secara bertahap. "Misalnya untuk tahap awal naik Rp2.000/kg, namun Patra Niaga harus menjamin kenaikan harga pada masyarakat tidak lebih dari itu," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ada Diskon BBM Rp300...
Ada Diskon BBM Rp300 per Liter dari Pertamina, Begini Caranya!
Bukan Gimmick, Pertamina...
Bukan Gimmick, Pertamina Hadirkan Antar Gratis Bright Gas & Promo Refill Berhadiah Cashback
Hadir di Pelabuhan Bakauheni,...
Hadir di Pelabuhan Bakauheni, Serambi MyPertamina Sediakan Beragam Fasilitas
Serambi MyPertamina...
Serambi MyPertamina Hadir di Bandara Ngurah Rai, Beri Layanan Gratis bagi Pemudik
Hore! Jelang Lebaran,...
Hore! Jelang Lebaran, Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Gelar Ramp Check Pastikan Armada Mobil Tangki Siap Operasi
Wamen ESDM dan Pertamina...
Wamen ESDM dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi Energi di Sumbar Aman
Kunjungi Pangkalan di...
Kunjungi Pangkalan di Kota Bandung, Wamen BUMN Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman
Minyak Mentah Rusia...
Minyak Mentah Rusia Mengalir Deras ke Negara BRICS
Rekomendasi
Jurnalis Asing Wajib...
Jurnalis Asing Wajib Punya Surat Keterangan Kepolisian? Kapolri dan Kadiv Humas Polri Buka Suara
Gubernur Rudy Mas’ud...
Gubernur Rudy Mas’ud Berbagi Kebahagiaan Bersama Rakyat Kaltim
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
3 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
3 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
4 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
4 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
5 jam yang lalu
Infografis
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved