Premi Asuransi Jiwa Tetap Tumbuh, Unit Link Masih Diminati Konsumen
Senin, 13 Desember 2021 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma mengatakan, setiap insan asuransi bertanggung jawab melakukan literasi asuransi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman akan pentingnya manfaat asuransi. "Pandemi tidak menyurutkan semangat kami untuk melakukan literasi. Diharapkan dengan semakin tinggi tingkat literasi asuransi, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan," kata dia.
Senada, AXA Mandiri dan Prudential menyadari pemahaman masyarakat terhadap industri asuransi masih menjadi tantangan tersendiri. Menyadari hal tersebut pihaknya memiliki tanggung jawab untuk terus menerus melaksanakan kegiatan literasi. Prudential Indonesia juga aktif mempublikasikan informasi tentang literasi asuransi, bahkan menggerakkan tenaga pemasarnya untuk melakukan hal yang sama.
Baca Juga: Di Tengah Situasi Pandemi, Unit Link Bisa Jadi Solusi
Sementara itu, Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia Luskito Hambali menjelaskan, Prudential Indonesia sepenuhnya percaya pada peran tenaga pemasar sebagai garda terdepan perusahaan dalam mengedukasi masyarakat tentang asuransi. Oleh karena itu, pihaknya terus fokus mengembangkan profesionalisme dan kapabilitas para tenaga pemasar melalui berbagai program pelatihan yang mengutamakan kebutuhan nasabah, dan turut serta meningkatkan literasi asuransi serta memberikan pemahaman yang tepat akan jenis dan manfaat perlindungan asuransi jiwa kepada masyarakat.
"Kami pun aktif mempublikasikan beragam konten literasi asuransi melalui berbagai platform seperti media sosial dan webinar agar semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingya peran asuransi untuk memberikan mereka peace of mind," kata dia.
Sebagai informasi, asuransi selain digunakan untuk memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan juga berperan mendukung pemerintah mencapai sasaran pembangunan melalui penempatan dana pada Surat Utang Negara (SUN) yang merupakan salah satu sumber pendanaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana yang diperoleh dari penerbitan SUN, dapat digunakan untuk mendukung proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan, rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan lain sebagainya. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penempatan dana yang dilakukan oleh Asuransi dan dana pensiun tercatat mencapai Rp644 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 14% dari total surat utang yang diterbitkan pemerintah.
Senada, AXA Mandiri dan Prudential menyadari pemahaman masyarakat terhadap industri asuransi masih menjadi tantangan tersendiri. Menyadari hal tersebut pihaknya memiliki tanggung jawab untuk terus menerus melaksanakan kegiatan literasi. Prudential Indonesia juga aktif mempublikasikan informasi tentang literasi asuransi, bahkan menggerakkan tenaga pemasarnya untuk melakukan hal yang sama.
Baca Juga: Di Tengah Situasi Pandemi, Unit Link Bisa Jadi Solusi
Sementara itu, Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia Luskito Hambali menjelaskan, Prudential Indonesia sepenuhnya percaya pada peran tenaga pemasar sebagai garda terdepan perusahaan dalam mengedukasi masyarakat tentang asuransi. Oleh karena itu, pihaknya terus fokus mengembangkan profesionalisme dan kapabilitas para tenaga pemasar melalui berbagai program pelatihan yang mengutamakan kebutuhan nasabah, dan turut serta meningkatkan literasi asuransi serta memberikan pemahaman yang tepat akan jenis dan manfaat perlindungan asuransi jiwa kepada masyarakat.
"Kami pun aktif mempublikasikan beragam konten literasi asuransi melalui berbagai platform seperti media sosial dan webinar agar semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingya peran asuransi untuk memberikan mereka peace of mind," kata dia.
Sebagai informasi, asuransi selain digunakan untuk memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan juga berperan mendukung pemerintah mencapai sasaran pembangunan melalui penempatan dana pada Surat Utang Negara (SUN) yang merupakan salah satu sumber pendanaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana yang diperoleh dari penerbitan SUN, dapat digunakan untuk mendukung proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan, rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan lain sebagainya. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penempatan dana yang dilakukan oleh Asuransi dan dana pensiun tercatat mencapai Rp644 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 14% dari total surat utang yang diterbitkan pemerintah.
(nng)
Lihat Juga :