Peningkatan TKDN di Industri Hulu Migas Dongkrak Nilai Bisnis IKM Rp11 Triliun
Selasa, 14 Desember 2021 - 21:57 WIB
loading...
Penggunaan TKDN di industri hulu migas terus naik. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Surveyor Indonesia (Persero) atau PTSI mengapresiasi keberhasilan nilai tingkat komponen dalam negeri ( TKDN ) industri hulu migas yang sudah mencapai 58% hingga Oktober 2021. Perseroan pun berupaya mengimbanginya, salah-satunya dengan memperkuat kompetensi para verifikator TKDN.
Baca juga: Genjot Kualitas Produk Lokal, Ganjar Bentuk Satgas TKDN
Direktur Sumber Daya Manusia Surveyor Indonesia, Lussy Ariani Seba, mengungkapkan terjadi lonjakan di kalangan industri yang melakukan proses sertifikasi. Hal itu membuat pihaknya harus memperkuat kompetensi para verifikatornya.
Untuk hulu migas, dipandang menjadi industri pertama yang menerapkan sertifikasi TKDN dan PTSI menjadi verifikatornya, “PTSI akan terus menambah jumlah asesor TKDN industri hulu migas," ujar Lussy, Selasa (14/12/2021).
Dia juga menilai, PTSI melakukan transformasi organisasi dengan membentuk divisi khusus yang mengelola TKDN. Divisi ini kelak akan melakukan desentralisasi ke unit-unit operasi sehingga PTSI sebagai verifikator dapat mendistribusikan sertifikasi TKDN dengan cepat.
Upaya lain dari PTSI yaitu meningkatkan kualitas organisasi. PTSI membuat mobile learning untuk menambah pemahaman tentang sertifikasi TKDN.
“Karena perkembangan teknologi semakin cepat, kami membuat mobile learning tentang sertifikasi TKDN agar 3.500 karyawan yang ada di PTSI bisa belajar dan mengakses secara detail seputar TKDN,” tukas Lussy.
Baca juga: Genjot Kualitas Produk Lokal, Ganjar Bentuk Satgas TKDN
Direktur Sumber Daya Manusia Surveyor Indonesia, Lussy Ariani Seba, mengungkapkan terjadi lonjakan di kalangan industri yang melakukan proses sertifikasi. Hal itu membuat pihaknya harus memperkuat kompetensi para verifikatornya.
Untuk hulu migas, dipandang menjadi industri pertama yang menerapkan sertifikasi TKDN dan PTSI menjadi verifikatornya, “PTSI akan terus menambah jumlah asesor TKDN industri hulu migas," ujar Lussy, Selasa (14/12/2021).
Dia juga menilai, PTSI melakukan transformasi organisasi dengan membentuk divisi khusus yang mengelola TKDN. Divisi ini kelak akan melakukan desentralisasi ke unit-unit operasi sehingga PTSI sebagai verifikator dapat mendistribusikan sertifikasi TKDN dengan cepat.
Upaya lain dari PTSI yaitu meningkatkan kualitas organisasi. PTSI membuat mobile learning untuk menambah pemahaman tentang sertifikasi TKDN.
“Karena perkembangan teknologi semakin cepat, kami membuat mobile learning tentang sertifikasi TKDN agar 3.500 karyawan yang ada di PTSI bisa belajar dan mengakses secara detail seputar TKDN,” tukas Lussy.
Lihat Juga :