Kolaborasi dengan Masyarakat, PHE Jambi Merang Cegah Karhutla dan Illegal Tapping
Jum'at, 17 Desember 2021 - 19:18 WIB
loading...
Kelompok Tanggap Api Desa Mendis (Ketan Adem) bentukan masyarakat dan PHE Jambi Merang sukses mengatasi karhutla di wilayah Desa Mendis, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi ( PHE ) Jambi Merang melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan ( TJSL ) menggabungkan potensi di sekitar wilayah operasinya untuk menangani masalah, sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitarnya.
Field Manager PHM Jambi Merang Bambang Setijawan menceritakan, program TJSL yang digelar di Desa Mendis, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan itu dirintis sejak 2017. Desa Mendis merupakan desa binaan PHE Jambi Merang melalui Program Desa Cinta Bumi Tanggap Api.
Baca Juga: Sinergi Semua Pihak, Indonesia Mampu Turunkan Karhutla Secara Signifikan
Menurut Bambang, program TJSL PHE Jambi Merang di Desa Mendis awalnya mendapat penolakan, khususnya terkait upaya penanggulangan karhutla. Saat itu, masyarakat membuka lahan perkebunan dengan membakar hutan. PHE Jambi Merang dan pemerintah desa pun mengajak masyarakat membentuk kelompok yang peduli terhadap bahaya bencana kebakaran, Kelompok Tanggap Api Desa Mendis (Ketan Adem).
"Dengan adanya Ketan Adem praktik seperti itu tidak ada lagi dan bisa diminimalkan," ujarnya dalam sharing session bertema "Cinta Bumi Tanggap Api, Kisah Inspirasi Mitra Binaan PHE Jambi Merang", Jumat (17/12/2021).
Mitra binaan PHE Jambi Merang Tomy Yohana mengatakan, perjalanan Kelompok Ketan Adem penuh perjuangan. Namun, pelan-pelan masyarakat dapat disadarkan bahwa bencana api tak hanya merugikan desa, namun asap kebakaran yang meluas pun amat merugikan. "Dampaknya sangat negatif apabila sudah terjadi kebakaran," ungkap Tomy.
Field Manager PHM Jambi Merang Bambang Setijawan menceritakan, program TJSL yang digelar di Desa Mendis, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan itu dirintis sejak 2017. Desa Mendis merupakan desa binaan PHE Jambi Merang melalui Program Desa Cinta Bumi Tanggap Api.
Baca Juga: Sinergi Semua Pihak, Indonesia Mampu Turunkan Karhutla Secara Signifikan
Menurut Bambang, program TJSL PHE Jambi Merang di Desa Mendis awalnya mendapat penolakan, khususnya terkait upaya penanggulangan karhutla. Saat itu, masyarakat membuka lahan perkebunan dengan membakar hutan. PHE Jambi Merang dan pemerintah desa pun mengajak masyarakat membentuk kelompok yang peduli terhadap bahaya bencana kebakaran, Kelompok Tanggap Api Desa Mendis (Ketan Adem).
"Dengan adanya Ketan Adem praktik seperti itu tidak ada lagi dan bisa diminimalkan," ujarnya dalam sharing session bertema "Cinta Bumi Tanggap Api, Kisah Inspirasi Mitra Binaan PHE Jambi Merang", Jumat (17/12/2021).
Mitra binaan PHE Jambi Merang Tomy Yohana mengatakan, perjalanan Kelompok Ketan Adem penuh perjuangan. Namun, pelan-pelan masyarakat dapat disadarkan bahwa bencana api tak hanya merugikan desa, namun asap kebakaran yang meluas pun amat merugikan. "Dampaknya sangat negatif apabila sudah terjadi kebakaran," ungkap Tomy.
Lihat Juga :