Ekonom Ingatkan Jangan Kepedean Lihat Capaian APBN
Rabu, 22 Desember 2021 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Bhima, meski kenaikan harga komoditas seperti kelapa sawit dan batu bara naik, namun di dalam negeri perlu waspada efek ke inflasi dan belanja subsidi energi yang juga merangkak naik.
"Kenapa pemerintah harus waspada? Kenaikan harga komoditas memang masih untungkan posisi Indonesia saat ini, ada PNBP dari sawit dan batu bara yang naik. Tapi hati-hati, efek ke inflasi dan belanja subsidi energi dalam negeri yang bisa merangkak naik," jelasnya.
Kemudian pemerintah juga menghadapi tekanan pembiayaan utang. Artinya beban bunga masih jadi ancaman fiskal.
Seperti Oktober 2019 lalu, Bhima bilang, penerimaan pajak lebih besar dan pembiayaan utangnya Rp384,5 triliun. Dibanding saat ini pajaknya lebih rendah dan utangnya bertambah Rp608,2 triliun, hampir naik dua kali lipat beban utang barunya.
"Tahun 2022, volatilitas nilai tukar dan kenaikan suku bunga akan membuat porsi pembayaran bunga utang terhadap penerimaan pajak makin lebar," tukasnya.
"Kenapa pemerintah harus waspada? Kenaikan harga komoditas memang masih untungkan posisi Indonesia saat ini, ada PNBP dari sawit dan batu bara yang naik. Tapi hati-hati, efek ke inflasi dan belanja subsidi energi dalam negeri yang bisa merangkak naik," jelasnya.
Kemudian pemerintah juga menghadapi tekanan pembiayaan utang. Artinya beban bunga masih jadi ancaman fiskal.
Seperti Oktober 2019 lalu, Bhima bilang, penerimaan pajak lebih besar dan pembiayaan utangnya Rp384,5 triliun. Dibanding saat ini pajaknya lebih rendah dan utangnya bertambah Rp608,2 triliun, hampir naik dua kali lipat beban utang barunya.
"Tahun 2022, volatilitas nilai tukar dan kenaikan suku bunga akan membuat porsi pembayaran bunga utang terhadap penerimaan pajak makin lebar," tukasnya.
Lihat Juga :