Ekonom Ingatkan Jangan Kepedean Lihat Capaian APBN
Rabu, 22 Desember 2021 - 14:07 WIB
loading...
Ekonom minta jangan terlalu optimistis melihat pencapaian APBN saat ini. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat defisit APBN 2021 sebesar Rp611 triliun hingga akhir November tahun ini. Ekonom menilai defisit itu wajar dialami APBN .
"Jangan terlalu optimistis dulu melihat pencapaian APBN sampai 31 Oktober 2021, meskipun terjadi pertumbuhan penerimaan negara tapi faktornya adalah low base effect. Itu wajar karena ekonomi mulai dibuka kembali dan ada normalisasi permintaan ekspor dari mitra dagang utama," kata ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira kepada MNC Portal, Rabu (22/12/2021).
Baca juga: Penerimaan Pajak Naik 17% Jadi Rp1.082,6 Triliun per November 2021
Lanjut Bhima, dibandingkan akhir Oktober 2019, sebenarnya realisasi penerimaan pajak masih lebih rendah saat ini. Per Oktober 2019, realisasi penerimaan perpajakan Rp1.173 triliun, sementara saat ini Rp1.159 triliun.
"Artinya ekonomi belum bisa kembali seperti pra-pandemi. Butuh waktu untuk full recover, dan ini yang perlu diperhatikan pemerintah sehingga jangan lengah," tutur dia.
"Jangan terlalu optimistis dulu melihat pencapaian APBN sampai 31 Oktober 2021, meskipun terjadi pertumbuhan penerimaan negara tapi faktornya adalah low base effect. Itu wajar karena ekonomi mulai dibuka kembali dan ada normalisasi permintaan ekspor dari mitra dagang utama," kata ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira kepada MNC Portal, Rabu (22/12/2021).
Baca juga: Penerimaan Pajak Naik 17% Jadi Rp1.082,6 Triliun per November 2021
Lanjut Bhima, dibandingkan akhir Oktober 2019, sebenarnya realisasi penerimaan pajak masih lebih rendah saat ini. Per Oktober 2019, realisasi penerimaan perpajakan Rp1.173 triliun, sementara saat ini Rp1.159 triliun.
"Artinya ekonomi belum bisa kembali seperti pra-pandemi. Butuh waktu untuk full recover, dan ini yang perlu diperhatikan pemerintah sehingga jangan lengah," tutur dia.
Lihat Juga :