Jelang Libur Nataru, Kementan Jamin Stok Beras Aman
Jum'at, 24 Desember 2021 - 08:58 WIB
loading...
Kementan memastikan stok beras aman menghadapi Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2021/2022. Foto/Dok MPI/Faisal Rahman
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok beras menghadapi Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2021/2022 hingga masuk musim panen 2022 dalam kondisi yang aman.
"Produksi beras nasional kita tahun ini mengalami peningkatan dari tahun lalu, jadi kita tidak perlu khawatir kekurangan stok," kata Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan Kementan, Risfaheri melalui keterangan resmi yang diterima MPI, Jumat (24/12/2021).
Berdasarkan data KSA BPS produksi beras tahun 2021 ini mencapai 31,68 juta ton meningkat 0,35 juta ton dari produksi beras tahun 2020 sebesar 31,33 juta ton, dengan surplus pada tahun berjalan sampai dengan Desember mencapai 1,65 juta ton.
“Bila ditambahkan dengan stok awal tahun 2021 (carry over tahun 2020) yang mencapai 7,32 ton sesuai perhitungan Badan Ketahanan Pangan, maka total surplus beras tahun ini yang berasal dari surplus tahun berjalan dan carry over tahun 2020 dapat memenuhi kebutuhan beras minimal tiga bulan ke depan karena kebutuhan beras hanya sekitar 2,5 juta ton per bulan,” paparnya.
Baca juga: Jelang Nataru, Bulog-Satgas Pangan Sidak Harga Beras
Dia menambahkan, BPS memprediksi produksi-konsumsi pada bulan Januari 2022 masih negatif, sedangkan produksi-konsumsi bulan Februari 2022 sudah surplus. Perkiraan produksi beras dalam negeri pada bulan Jan-Feb 2022 sekitar 3,4 juta ton.
"Artinya surplus kita pada tahun sebelumnya sangat lebih dari cukup untuk menutup kekurangan produksi pada bulan Januari 2022,” jelas dia.
"Produksi beras nasional kita tahun ini mengalami peningkatan dari tahun lalu, jadi kita tidak perlu khawatir kekurangan stok," kata Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan Kementan, Risfaheri melalui keterangan resmi yang diterima MPI, Jumat (24/12/2021).
Berdasarkan data KSA BPS produksi beras tahun 2021 ini mencapai 31,68 juta ton meningkat 0,35 juta ton dari produksi beras tahun 2020 sebesar 31,33 juta ton, dengan surplus pada tahun berjalan sampai dengan Desember mencapai 1,65 juta ton.
“Bila ditambahkan dengan stok awal tahun 2021 (carry over tahun 2020) yang mencapai 7,32 ton sesuai perhitungan Badan Ketahanan Pangan, maka total surplus beras tahun ini yang berasal dari surplus tahun berjalan dan carry over tahun 2020 dapat memenuhi kebutuhan beras minimal tiga bulan ke depan karena kebutuhan beras hanya sekitar 2,5 juta ton per bulan,” paparnya.
Baca juga: Jelang Nataru, Bulog-Satgas Pangan Sidak Harga Beras
Dia menambahkan, BPS memprediksi produksi-konsumsi pada bulan Januari 2022 masih negatif, sedangkan produksi-konsumsi bulan Februari 2022 sudah surplus. Perkiraan produksi beras dalam negeri pada bulan Jan-Feb 2022 sekitar 3,4 juta ton.
"Artinya surplus kita pada tahun sebelumnya sangat lebih dari cukup untuk menutup kekurangan produksi pada bulan Januari 2022,” jelas dia.
Lihat Juga :