IHSG Pulang Tergelincir 0,70%
Selasa, 09 Juni 2020 - 15:38 WIB
loading...
IHSG pulang tergelincir 0,70% atau 35,51 poin ke level 5.035,06. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhenti pada penutupan dagang Selasa (9/6/2020). IHSG pulang tergelincir 0,70% atau 35,51 poin ke level 5.035,06.
Sesi pembukaan, IHSG langsung tancap gas dengan bertambah 16,71 poin atau 0,33% ke level 5.087,28. Selasa ini, IHSG bergerak di kisaran 5.023,77-5.139,41.
Delapan dari 10 indeks sektoral melemah. Sektor industri dasar memimpin penurunan sebesar 1,97%, disusul konstruksi dan properti turun 1,97%. Infrastruktur melemah 1,53%. Dua sektor yang menguat yaitu perkebunan yang melonjak 3,69% dan barang konsumsi menguat 0,60%.
Dari total 667 saham yang diperdagangkan, 238 menguat, 155 stabil, dan 274 melemah. Nilai transaksi saham mencapai Rp11,65 triliun dari 13,46 miliar unit saham. Asing melakukan pembelian bersih Rp275 miliar. Baca: IHSG Kembali Melanjutkan Keperkasaan
Sementara itu, mayoritas pasar saham Asia Pasifik ditutup lebih tinggi pada Selasa, karena sentimen positif dari pelonggaran lockdown di seluruh dunia. Memberi harapan terhadap pemulihan ekonomi akibat wabah Covid-19.
Sesi pembukaan, IHSG langsung tancap gas dengan bertambah 16,71 poin atau 0,33% ke level 5.087,28. Selasa ini, IHSG bergerak di kisaran 5.023,77-5.139,41.
Delapan dari 10 indeks sektoral melemah. Sektor industri dasar memimpin penurunan sebesar 1,97%, disusul konstruksi dan properti turun 1,97%. Infrastruktur melemah 1,53%. Dua sektor yang menguat yaitu perkebunan yang melonjak 3,69% dan barang konsumsi menguat 0,60%.
Dari total 667 saham yang diperdagangkan, 238 menguat, 155 stabil, dan 274 melemah. Nilai transaksi saham mencapai Rp11,65 triliun dari 13,46 miliar unit saham. Asing melakukan pembelian bersih Rp275 miliar. Baca: IHSG Kembali Melanjutkan Keperkasaan
Sementara itu, mayoritas pasar saham Asia Pasifik ditutup lebih tinggi pada Selasa, karena sentimen positif dari pelonggaran lockdown di seluruh dunia. Memberi harapan terhadap pemulihan ekonomi akibat wabah Covid-19.
Lihat Juga :