5 Hari Turun Tajam, IHSG Berpeluang Rebound di Akhir Pekan Ini
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 09:50 WIB
loading...
Indeks harga saham gabungan ( IHSG ) berpeluang rebound, setelah turun cukup tajam selama lima hari. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Lima hari berturut-turut mengalami penurunan tajam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang rebound pada akhir pekan ini. Indeks saham diprediksi akan berada di rentang 6.863-6.969 pada perdagangan Jumat (14/10/2022).
Baca juga: Wall Street Dibuka Ambrol Usai Pengumuman Inflasi AS
Analis MNC Sekuritas, yang juga menjadi Penasihat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Edwin Sebayang mengungkapkan, IHSG bakal menguat didorong oleh penguatan indeks Dow Jones Wall Street, data inflasi AS, hingga naiknya harga komoditas minyak.
"IHSG berpeluang rebound alias menguat Jumat ini, setelah turun cukup tajam selama lima hari berturut-turut. Sentimen positif lain pendorong penguatan IHSG berasal dari naiknya harga komoditas minyak," jelas Edwin dalam risetnya, Jumat (14/10/2022).
Baca juga: Asyik Berduaan Bersama Istri Orang di Mobil, Anggota DPRD Digerebek Warga
Indeks Dow Jones Industrial sendiri naik sebesar 2,83% sebagai dampak dari aksi technical support dan short covering di tengah release data inflasi September yang naik 0,4% MoM dan 8,2% YoY.
Baca juga: Wall Street Dibuka Ambrol Usai Pengumuman Inflasi AS
Analis MNC Sekuritas, yang juga menjadi Penasihat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Edwin Sebayang mengungkapkan, IHSG bakal menguat didorong oleh penguatan indeks Dow Jones Wall Street, data inflasi AS, hingga naiknya harga komoditas minyak.
"IHSG berpeluang rebound alias menguat Jumat ini, setelah turun cukup tajam selama lima hari berturut-turut. Sentimen positif lain pendorong penguatan IHSG berasal dari naiknya harga komoditas minyak," jelas Edwin dalam risetnya, Jumat (14/10/2022).
Baca juga: Asyik Berduaan Bersama Istri Orang di Mobil, Anggota DPRD Digerebek Warga
Indeks Dow Jones Industrial sendiri naik sebesar 2,83% sebagai dampak dari aksi technical support dan short covering di tengah release data inflasi September yang naik 0,4% MoM dan 8,2% YoY.
Lihat Juga :