Konsumsi Terus Turun, Bensin Premium Layak Pensiun
Jum'at, 24 Desember 2021 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Mamit, kesadaran masyarakat menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik juga meningkat. Masyarakat mulai paham bahwa menggunakan BBM dengan RON yang lebih tinggi memberikan dampak yang positif sehingga pembakaran mesin menjadi lebih sempurna. Secara otomatis jarak tempuh menjadi lebih jauh dan biaya perawatan juga menjadi lebih murah.
"Dengan adanya peralihan menggunakan pertalite, ini menjadi salah satu upaya transisi ke arah yang lebih tinggi lagi. Walaupun memang secara peraturan, RON pertalite masih 90, masih dibawah standar minimal peraturan KLHK yakni RON 91," ungkapnya.
Baca Juga: Simak! Untung Buntung Hapus Bensin Premium dan Pertalite
Mamit menuturkan, Pertamina juga sudah cukup banyak melakukan sosialisasi dengan program langit biru dan juga edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat dari penggunaan BBM dengan RON tinggi. Selain itu, program Pertashop yang sedang berjalan dengan OVOO (One Village One Outlet) yang hanya menjual BBM dengan RON 92 dinilai sudah tepat.
"Proses penghapusan premium ini juga dipastikan akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Namun semua kembali lagi pada pemerintah dan Pertamina untuk bisa meredam gejolak yang ada," tandasnya
"Dengan adanya peralihan menggunakan pertalite, ini menjadi salah satu upaya transisi ke arah yang lebih tinggi lagi. Walaupun memang secara peraturan, RON pertalite masih 90, masih dibawah standar minimal peraturan KLHK yakni RON 91," ungkapnya.
Baca Juga: Simak! Untung Buntung Hapus Bensin Premium dan Pertalite
Mamit menuturkan, Pertamina juga sudah cukup banyak melakukan sosialisasi dengan program langit biru dan juga edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat dari penggunaan BBM dengan RON tinggi. Selain itu, program Pertashop yang sedang berjalan dengan OVOO (One Village One Outlet) yang hanya menjual BBM dengan RON 92 dinilai sudah tepat.
"Proses penghapusan premium ini juga dipastikan akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Namun semua kembali lagi pada pemerintah dan Pertamina untuk bisa meredam gejolak yang ada," tandasnya
(nng)
Lihat Juga :