Dorong Industri Rumahan, KKP Gelar Pelatihan Diversifikasi Olahan Perikanan

Kamis, 23 April 2020 - 09:49 WIB
loading...
Dorong Industri Rumahan,...
KKP menyelenggarakan Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Perikanan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Wabah Covid-19 yang mengharuskan seluruh masyarakat melakukan pembatasan fisik (physical distancing) memberikan dampak yang cukup besar bagi perekonomian masyarakat.

Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menyelenggarakan Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Perikanan di Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BPPP) Medan pada 22-23 April 2020.

Kegiatan ini bertujuan membangkitkan industri rumah sebagai alternatif kegiatan ekonomi masyarakat perikanan. Dalam kesempatan ini, para peserta juga mendapatkan bantuan sosial yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Diikuti oleh 30 peserta yang merupakan masyarakat pelaku usaha di bidang pengolahan perikanan, pelatihan dilakukan dengan tetap memperhatikan aturan untuk menjaga physical distancing.

Pelatihan masyarakat yang umumnya dilakukan di wilayah domisili masyarakat, kali ini dipindah ke BPPP Medan dengan penerapan protokol keselamatan yang ketat.

Para peserta ditempatkan di 6 ruangan, yang masing-masing berisi 5 orang peserta. Tempat duduk antar peserta juga diberikan jarak sejauh 2 meter. Adapun pelatih tersambung dengan seluruh peserta menggunakan video conference.

“Ini merupakan kali pertama BPPP Medan melakukan pelatihan masyarakat secara campuran yakni offline dan online di balai karena Medan sudah masuk dalam zona merah. Dikhawatirkan apabila pelatihan dilakukan di lapangan tempat masyarakat, physical distancing-nya kurang terjamin,” jelas Kepala BPPP Medan Mathius Tiku di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Dia menjelaskan bahwa selama dua hari para peserta akan dibekali pengetahuan untuk membuat surimi ikan, mengolah berbagai macam produk perikanan (bakso, nugget, pempek, siomay, kaki naga, dan mi ikan), serta pengetahuan tentang sanitasi dan higienitas produk perikanan.

Melalui sambungan video conference, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Sjarief Widjaja, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati, dan Kepala BPPP Medan Mathius Tiku membuka langsung pelatihan ini pada Rabu (22/4).

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan bahwa ia berharap agar pelatihan ini bisa memberikan pengetahuan bagi para peserta untuk bisa membuka usaha sendiri di tengah situasi ekonomi yang sulit.

“Dalam situasi seperti ini, banyak sekali usaha, terutama usaha harian yang mengalami tantangan. Pembatasan interaksi sangat dibutuhkan. Namun di balik itu, pendapatan masyarakat juga diperlukan,” ungkap Sjarief.

Untuk itu, lanjut dia, KKP memberikan pelatihan supaya teman-teman bisa mendapatkan pengetahuan sederhana sehingga bisa membuka usaha sendiri.

Guna mendukung hal tersebut, KKP juga menyerahkan bantuan berupa peralatan-peralatan pengolahan sederhana yang bisa digunakan sebagi modal awal para peserta untuk memulai usaha di rumah.

Sjarief mengungkapkan bahwa saat ini banyak ikan-ikan di TPI yang sulit untuk dijual karena keterbatasan transportasi. Menurutnya, hal ini bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk mengolah ikan-ikan tersebut menjadi surimi dan produk perikanan lainnya sehingga menjadi lebih tahan lama. “Ditambah dengan pengemasan yang baik, produk ini bisa dipasarkan ke tetangga-tetangga kita ataupun masyarakat luas,” tambahnya.

Peluang menjadi semakin besar mengingat banyak restoran dan rumah makan yang tengah tutup sehingga persaingan usaha pun berkurang. Sejalan dengan itu, Sjarief berharap agar peluang ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menghasilkan pendapatan tambahan. “Peluangnya sangat besar. Dengan begitu, ibu-ibu bisa membantu para suami untuk mendapatkan penghasilan tambahan,” tutur Sjarief.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Rekomendasi
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved