Optimalkan Penggunaan EBT, PLN Operasikan SUTT 150kV Andoolo-Kasipute
Sabtu, 25 Desember 2021 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
Dengan beroperasinya SUTT 150 kV Andoolo-Kasipute dan GI 150 kV Kasipute 30 MVA, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 7000 kVA yang terletak di Kabupaten Bombana segera berhenti beroperasi, lalu digantikan oleh energi ramah lingkungan seperti PLTA Poso yang memiliki total daya 515 MW, PLTA Malea yang yang memiliki daya mampu 2x45 MW, dan lain-lain.
"Sebelumnya beberapa kecamatan di Kabupaten Bombana masih isolated mengunakan PLTD Ladumpi sebagai sumber pembangkit listrik, dengan adanya kedua PIK ini maka Kabupaten Bombana sudah tersambung ke dalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan dan keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten bombana akan lebih handal dari sebelumnya," urai Anis.
Baca Juga: PLN Tuntaskan 50 Proyek Listrik Senilai Rp8,8 Triliun, Ini Daftarnya
Dia melanjutkan, PLN melaksanakan energize atau pemberian tegangan pertama SUTT 150 kV Andoolo-Kasipute dan GI 150 kV Kasipute 30 MVA pada tanggal 21 Desember 2021 pukul 21.50 WITA. Kedua PIK tersebut memiliki tingkat komponen dalam negeri mencapai 72% melebihi nilai standar yang ditetapkan oleh Menteri Perindustrian.
Anis berharap dengan meningkatnya keandalan sistem kelistrikan di Bombana dapat mendorong investasi di Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Bombana.
"Sebelumnya beberapa kecamatan di Kabupaten Bombana masih isolated mengunakan PLTD Ladumpi sebagai sumber pembangkit listrik, dengan adanya kedua PIK ini maka Kabupaten Bombana sudah tersambung ke dalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan dan keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten bombana akan lebih handal dari sebelumnya," urai Anis.
Baca Juga: PLN Tuntaskan 50 Proyek Listrik Senilai Rp8,8 Triliun, Ini Daftarnya
Dia melanjutkan, PLN melaksanakan energize atau pemberian tegangan pertama SUTT 150 kV Andoolo-Kasipute dan GI 150 kV Kasipute 30 MVA pada tanggal 21 Desember 2021 pukul 21.50 WITA. Kedua PIK tersebut memiliki tingkat komponen dalam negeri mencapai 72% melebihi nilai standar yang ditetapkan oleh Menteri Perindustrian.
Anis berharap dengan meningkatnya keandalan sistem kelistrikan di Bombana dapat mendorong investasi di Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Bombana.
(agn)
Lihat Juga :