Industri Pelayaran Optimistis Dongkrak Kinerja di 2022

Selasa, 28 Desember 2021 - 22:57 WIB
loading...
Industri Pelayaran Optimistis...
Sepanjang 2021, kinerja sektor pelayaran terdampak pandemi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sepanjang tahun 2021 kinerja pelayaran tertekan minus 21% didorong oleh arus kapal yang menurun 3%, arus barang menyusut 14%, serta arus petikemas yang menurun di presentase 11%. Penurunan terbesar terjadi pada arus penumpang hingga 57%.

Baca juga: Bahayakan Pelayaran, KN. Ular Laut 405 Bakamla Usir Kapal Yunani di Laut Banda

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan, kondisi kinerja pelayaran sepanjang 2021 masih banyak berdampak pada pandemi, ketika sejumlah industri manufaktur menghentikan produksinya. Tahun depan, kondisi yang sama masih membayangi perjalanan usaha sektor pelayaran di tengah varian Omicron.

“Akan tetapi bukan berarti tidak ada optimisme di tahun depan. Selama penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional berjalan sesuai harapan, INSA tetap optimistis tahun depan bakal lebih baik,” ujarnya di Jakarta, Selasa, (28/12/2021).

INSA mencatat, penurunan arus barang terjadi pada awal pandemi, saat banyak industri manufaktur menghentikan produksi. Hal ini berdampak pada muatan ekspor-impor komoditi dengan petikemas, termasuk kelangkaan kontainer.

“Kami prihatin dengan yang dialami oleh para eksportir yang mengalami kelangkaan peti kemas, serta meningkatnya freight internasional sebagai akibat bola salju pandemi yang memaksa terjadinya lockdown di berbagai negara, blank sailling, dan kongesti di banyak pelabuhan dunia,” tuturnya.

Carmelita mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi bersama pemerintah termasuk dengan Main Line Operation (MLO) untuk mencarikan solusi terbaik bagi eksportir nasional dalam upaya menjadikan Indonesia negara pengekspor yang besar.

Upaya yang dilakukan, yakni degan berupaya repositioning kontainer eks impor milik MLO yang beredar di berbagai pelabuhan Indonesia dengan mekanisme free use untuk mencukupi ketersediaan petikemas ekspor.

“Hasilnya, nilai ekspor Indonesia tetap moncer. Sepanjang Januari-November 2021 nilai ekspor Indonesia mencapai USD209,16 miliar. Nilai ekspor ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah Indonesia,” ungkapnya.

Carmelita menuturkan, catatan gemilang nilai ekspor ini menunjukkan daya saing produk Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan negara lainnya, meski Indonesia masih dihadapkan sejumlah tantangan.

Di sisi lain konsistensi pemerintah menerapkan peraturan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku mendorong bertumbuhnya sektor angkutan non-petikemas seperti tug and barges seiring dengan kenaikan harga batu bara dan CPO dunia di tahun ini.

Baca juga: Umar bin Khattab: Hanya Isa, Nabi yang Bisa Hidupkan Orang yang Sudah Mati

“Kami juga akan memastikan ketersediaan angkutan kapal merah putih jenis tongkang dan tunda serta curah atau bulk, sehingga tidak perlu mendatangkan kapal bendera asing untuk mendukung kegiatan angkutan batu bara, baik yang diperuntukkan untuk konsumsi domestik maupun ekspor,” pungkas Carmelita.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Rekomendasi
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Siap Pelihatkan Pabriknya...
Siap Pelihatkan Pabriknya di China, QJMotor Hadir di PRJ 2026
Berita Terkini
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved