Banyak Calo, Data Sertifikasi TKDN Rawan Pemalsuan

Rabu, 29 Desember 2021 - 15:25 WIB
loading...
Banyak Calo, Data Sertifikasi...
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (tiga kanan) saat melakukan kunjungan ke industri di Jawa Tengah. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Keberadaan calo sertifikat di Indonesia belakangan kembali jadi sorotan. Mulai dari sertifikat tanah hingga vaksin tak luput dari keberadaan calo. Tak hanya itu, ternyata ada juga calo dalam pengurusan serifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) .

Hal ini diakui oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Dia menyebut bahwa di lapangan telah terjadi pemalsuan data TKDN kepada pelaku usaha yang sedang mengurus sertifikasi TKDN. Pemalsuan data ini dilakukan oleh calo-calo tak bertanggung jawab yang ingin mencari keuntungan sepihak.

"Saya mendengar laporan bahwa beredar calo-calo TKDN," ungkap Menperin dalam jumpa pers Kinerja Sektor Industri 2021 dan Outlook 2022, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: Peningkatan TKDN di Industri Hulu Migas Dongkrak Nilai Bisnis IKM Rp11 Triliun

Menurut Menperin, para calo itu berani memalsukan data TKDN pelaku usaha dengan bobot di atas 40%. "Mereka menawarkan sertifikat TKDN di atas 40%. Jadi misalnya nilai TKDN dari sebuah produk sebenarnya hanya 15% tapi sama si calo diatur nilainya jadi 40% atau lebih," urainya.

Untuk diketahui, produk yang memiliki TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) di atas 40% dianggap telah memiliki syarat untuk wajib dibeli.

Selain itu, produk yang telah bersertifikasi TKDN berpeluang besar mengikuti lelang di kalangan lembaga dan instansi pemerintah yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Biaya Perawatan...
Beban Biaya Perawatan Tinggi, Jumlah Pesawat Beroperasi di RI Kian Menyusut
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Produksi Pick-Up Lokal...
Produksi Pick-Up Lokal Tembus 1 Juta Unit, Potensi Ekonomi Bisa Capai Rp27 Triliun!
Kemenperin Kukuhkan...
Kemenperin Kukuhkan Pengurus Aspadin, Industri AMDK Dongkrak Ekonomi Nasional
Penjualan Mobil Nasional...
Penjualan Mobil Nasional di 2026 Diproyeksi Capai 850.000 Unit
Nilai Investasi Sektor...
Nilai Investasi Sektor Otomotif Rp194,22 Triliun, Menperin: Serap Hampir 100.000 Tenaga Kerja
MNC University dan BPSDMI...
MNC University dan BPSDMI Kemenperin Teken MoU di PIDI 4.0, Perkuat SDM Industri Berbasis Digital dan Vokasi
Ternyata Ini yang Membuat...
Ternyata Ini yang Membuat Penjualan Mobil Listrik Melesat di Indonesia
Industri Modifikasi...
Industri Modifikasi Raih Legitimasi Negara, Kemenperin Dukung IMX 2025 sebagai Standar Kualitas Nasional
Rekomendasi
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved