Ekonomi Membaik, BNI Dorong Pembiayaan Sindikasi di Akhir tahun
Jum'at, 31 Desember 2021 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
BNI juga telah melakukan closing sejumlah new deals dengan total sekitar ekuivalen Rp57 triliun, dimana porsi BNI sendiri mencapai Rp20 triliun atau sekitar 35%. Pendanaan itu didominasi sektor konstruksi sebesar 38,5%, sektor perindustrian 22,1%, sektor listrik gas dan air 15,8% dan sektor pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 13,2%.
Baca Juga: Militer Israel Luncurkan Skenario Serang Iran, Tapi Meragukan Hasilnya
"Tahun depan, BNI berharap pertumbuhan kredit akan sejalan dengan target di industri perbankan. Pembiayaan sindikasi pun akan menjadi salah satu pendorong pencapaian target di masa pemulihan ekonomi yang lebih baik," kata Mucharom.
Mucharom juga mengatakan bahwa penyaluran kredit sindikasi perseroan tak sebatas pembiayaan. BNI kerap menjadi lead arranger sehingga mendorong percetakan fee based income (FBI) yang signifikan dimana hingga kuartal IV 2021 diperkirakan akan tercapai112% dari target.
BNI juga proaktif melanjutkannya dengan berbagai kerja sama tambahan seperti cash management dan pembiayaan konsumer dengan mitra debitur kredit sindikasi. "Kami pun melihat potensi bisnis pembiayaan di sektor-sektor yang menunjukkan pemulihan secara cepat pasca pandemi Covid-19 antara lain kesehatan, telekomunikasi, konstruksi, infrastruktur, energi dan manufaktur," imbuhnya.
Baca Juga: Militer Israel Luncurkan Skenario Serang Iran, Tapi Meragukan Hasilnya
"Tahun depan, BNI berharap pertumbuhan kredit akan sejalan dengan target di industri perbankan. Pembiayaan sindikasi pun akan menjadi salah satu pendorong pencapaian target di masa pemulihan ekonomi yang lebih baik," kata Mucharom.
Mucharom juga mengatakan bahwa penyaluran kredit sindikasi perseroan tak sebatas pembiayaan. BNI kerap menjadi lead arranger sehingga mendorong percetakan fee based income (FBI) yang signifikan dimana hingga kuartal IV 2021 diperkirakan akan tercapai112% dari target.
BNI juga proaktif melanjutkannya dengan berbagai kerja sama tambahan seperti cash management dan pembiayaan konsumer dengan mitra debitur kredit sindikasi. "Kami pun melihat potensi bisnis pembiayaan di sektor-sektor yang menunjukkan pemulihan secara cepat pasca pandemi Covid-19 antara lain kesehatan, telekomunikasi, konstruksi, infrastruktur, energi dan manufaktur," imbuhnya.
(fai)
Lihat Juga :