Catatan Akhir Tahun Sri Mulyani: Beratnya Perjuangan di 2021 dan Optimisme 2022
Sabtu, 01 Januari 2022 - 09:42 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani berbagi catatan saat mengakhiri tahun 2021 dan menyambut Tahun Baru 2022. Foto/Instragram/@smindrawati
A
A
A
JAKARTA - Melalui tahun 2021, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkap catatan pribadi. Dalam catatan akhir tahun 2021 yang diunggah dalam akun Instragram-nya, Sri Mulyani mengenang beratnya perjuangan di 2021, juga mengungkapkan optimismenya menghadapi Tahun Baru 2022 .
Dalam catatannya, Sri Mulyani menyebutkan bahwa sewaktu memasuki tahun 2021, ada rasa optimisme dan harapan setelah meninggalkan tahun 2020 yang sungguh kelam akibat pandemi Covid-19. Namun, harapan tersebut diguncang dan dihempas oleh varian Delta.
Baca Juga: Kinerja Pendapatan dan Belanja Tumbuh Positif, Sri Mulyani Pede Menatap 2022
"Rumah sakit penuh, pasien membludak hingga lorong dan tempat parkir. Tabung oksigen habis, maut menjemput korban yang bertumbangan. Setiap hari ada kabar duka. Kehidupan kembali terhenti, dan ekonomi lampus. APBN kembali terguncang, Pendapatan negara tergerus. Belanja melambung untuk membangun rumah sakit darurat, membayar perawatan ribuan pasien Covid, memberi insentif Tenaga Kesehatan," ungkapnya seperti dikutip lewat akun Instargram-nya, Sabtu (1/1/2022).
Namun, tegas dia, APBN tetap hadir meringankan beban rakyat. Bansos dibagikan untuk rakyat dan pedagang kaki, buruh dengan upah paling kecil. APBN membayar akses internet bagi pelajar dan guru, memberi diskon listrik.
"Optimisme kita nyaris pupus, sewaktu 16.000 jajaran Kemenkeu tertular Covid dan 130 kawan kita tumbang, meninggal akibat Covid. Duka kita pendam dalam, lelah kita singkirkan, tak ada keluh kesah. Kita terus fokus bekerja, berikhtiar, sambil berdoa untuk menjaga Indonesia," lanjutnya.
Terlepas dari berbagai tantangan, Sri Mulyani menegaskan bahwa Kemenkeu tetap tekun menjalankan reformasi. Sebanyak 5 undang-undang (UU) diselesaikan: UU HPP, UU HKPD, UU Otsus Papua, UU APBN 2022, dan UU P2 APBN2020.
Dalam catatannya, Sri Mulyani menyebutkan bahwa sewaktu memasuki tahun 2021, ada rasa optimisme dan harapan setelah meninggalkan tahun 2020 yang sungguh kelam akibat pandemi Covid-19. Namun, harapan tersebut diguncang dan dihempas oleh varian Delta.
Baca Juga: Kinerja Pendapatan dan Belanja Tumbuh Positif, Sri Mulyani Pede Menatap 2022
"Rumah sakit penuh, pasien membludak hingga lorong dan tempat parkir. Tabung oksigen habis, maut menjemput korban yang bertumbangan. Setiap hari ada kabar duka. Kehidupan kembali terhenti, dan ekonomi lampus. APBN kembali terguncang, Pendapatan negara tergerus. Belanja melambung untuk membangun rumah sakit darurat, membayar perawatan ribuan pasien Covid, memberi insentif Tenaga Kesehatan," ungkapnya seperti dikutip lewat akun Instargram-nya, Sabtu (1/1/2022).
Namun, tegas dia, APBN tetap hadir meringankan beban rakyat. Bansos dibagikan untuk rakyat dan pedagang kaki, buruh dengan upah paling kecil. APBN membayar akses internet bagi pelajar dan guru, memberi diskon listrik.
"Optimisme kita nyaris pupus, sewaktu 16.000 jajaran Kemenkeu tertular Covid dan 130 kawan kita tumbang, meninggal akibat Covid. Duka kita pendam dalam, lelah kita singkirkan, tak ada keluh kesah. Kita terus fokus bekerja, berikhtiar, sambil berdoa untuk menjaga Indonesia," lanjutnya.
Terlepas dari berbagai tantangan, Sri Mulyani menegaskan bahwa Kemenkeu tetap tekun menjalankan reformasi. Sebanyak 5 undang-undang (UU) diselesaikan: UU HPP, UU HKPD, UU Otsus Papua, UU APBN 2022, dan UU P2 APBN2020.
Lihat Juga :