Disparitas Harga Ketinggian, Pakar Saran DMO Batu Bara Ditinjau Ulang
Minggu, 02 Januari 2022 - 23:33 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Faby menilai disparitas harga antara PLN yang mengambil batu bara dengan harga USD70 per metric ton terlalu tinggi dengan harga internasional. Dia pun menyarankan pemerintah menerapkan harga dinamis terkait DMO.
“DMO dibuat dinamis di bawah harga internasional tapi tidak tetap. Konsekuensinya memang harga listrik PLN naik. Kalau harga naik, PLN akan dipaksa memakai energi terbarukan,” tukasnya.
Baca juga: Listrik 10 Juta Pelanggan Terancam Padam Jika Ekspor Bata Bara Tidak Distop
Faby pun menekanan pentingnya penerapan energi terbarukan sebagai jaminan pasokan energi jangka panjang. “Dalam 2-3 tahun ke depan pemerintah harus mencabut kebijakan DMO, harga listrik batu bara merefleksikan harga ekonomi sebenarnya,” paparnya.
“DMO dibuat dinamis di bawah harga internasional tapi tidak tetap. Konsekuensinya memang harga listrik PLN naik. Kalau harga naik, PLN akan dipaksa memakai energi terbarukan,” tukasnya.
Baca juga: Listrik 10 Juta Pelanggan Terancam Padam Jika Ekspor Bata Bara Tidak Distop
Faby pun menekanan pentingnya penerapan energi terbarukan sebagai jaminan pasokan energi jangka panjang. “Dalam 2-3 tahun ke depan pemerintah harus mencabut kebijakan DMO, harga listrik batu bara merefleksikan harga ekonomi sebenarnya,” paparnya.
(ind)
Lihat Juga :