Harga Bitcoin Anjlok, Ritual Siklus 4 Tahunan

Minggu, 09 Januari 2022 - 07:38 WIB
loading...
Harga Bitcoin Anjlok,...
Terdampak kebijakan The Fed, harga Bitcoin ambles. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Aset kripto Bitcoin (BTC) ambles di tengah tekanan aksi jual investor sejak Kamis (6/1/2022) lalu. Harga Bitcoin anjlok dalam pergerakan dan sempat turun ke level USD43.218. Banyak pengamat mengatakan tahun 2022 akan menjadi tahun yang jauh lebih sulit buat Bitcoin.

Baca juga: Teori Gila Misteri Bitcoin Satoshi Nakamoto, Dari Alien dan Kriptografer Bunuh Diri

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan anjloknya Bitcoin terjadi seiring dirilisnya notula rapat (FOMC) bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang memutuskan siap menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan akibat lonjakan inflasi.

“Penurunan BTC dikarenakan The Fed yang menaikkan suku bunga, rapat di gelar pada bulan Desember 2021 lalu. Ini adalah dampak notulen dari hasil rapat tersebut,” ujar Afid di Jakarta, Sabtu (8/1/2022).



Menurut Afid, di tahun 2022 ini, pergerakan harga Bitcoin masih akan mengalami koreksi berdasarkan dari teknikal analisisnya yang menunjukkan pola bendera (flag pattern). Jika dilihat dari indikator atau tools untuk membaca pergerakan harga exponential moving average (EMA) 50, ada indikasi jika Bitcoin akan mengalami penurunan di area support 40-42K.

“Bitcoin saat ini cenderung memiliki sentimen positif. Koreksi ini masih dapat dikatakan hal yang normal terjadi, jika dilihat dari cycle empat tahunan dari Januari 2017, Bitcoin mengalami penurunan 54% kemudian 2021 mengalami penurunan 25%,” tuturnya.

Baca juga: 5 Bank Terbesar di Dunia, China Punya Aset Paling Jumbo

Lebih lanjut, Afid menilai meski harganya saat ini sedang turun, Bitcoin masih menjadi aset kripto yang paling populer dan memiliki market capitalization terbesar. Mata uang kripto ini lebih diterima secara luas daripada koin digital lainnya, terutama karena sudah hadir lebih lama.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rekomendasi
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Berita Terkini
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved