FAO Ungkap Fenomena Kenaikan Harga Pangan: Tak Cuma di Indonesia
Senin, 10 Januari 2022 - 19:57 WIB
loading...
A
A
A
Sepanjang 2021, rata-rata indeks harga pangan, yakni 125,7. Angka indeks itu merupakan yang tertinggi semenjak 2011.
"Biasanya harga pangan yang tinggi akan merangsang produksi. Namun dengan tingginya biaya input, ditambah pandemi yang belum usai dan iklim yang tidak menentu, maka sepertinya ruang untuk optimistis pada 2022 relatif terbatas," ungkap Abdolreza Abbassian, ekonom senior FAO, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (10/1/2022).
Baca juga: Adu Keren Mobil Mazda Lidya si Pelakor vs Kinan Istri Setia, Siapa Menang?
Salah satu penyebab kenaikan biaya input, kata Abbassian, adalah tingginya harga pupuk. Ini tidak lepas dari harga gas yang melesat, sementara produksi pupuk sangat membutuhkan pasokan gas.
"Biasanya harga pangan yang tinggi akan merangsang produksi. Namun dengan tingginya biaya input, ditambah pandemi yang belum usai dan iklim yang tidak menentu, maka sepertinya ruang untuk optimistis pada 2022 relatif terbatas," ungkap Abdolreza Abbassian, ekonom senior FAO, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (10/1/2022).
Baca juga: Adu Keren Mobil Mazda Lidya si Pelakor vs Kinan Istri Setia, Siapa Menang?
Salah satu penyebab kenaikan biaya input, kata Abbassian, adalah tingginya harga pupuk. Ini tidak lepas dari harga gas yang melesat, sementara produksi pupuk sangat membutuhkan pasokan gas.
(uka)
Lihat Juga :