Soal Harga Elpiji, Gakoptindo: Perintah Presiden Tak Pernah Dieksekusi

Selasa, 11 Januari 2022 - 17:10 WIB
loading...
Soal Harga Elpiji, Gakoptindo:...
Pengusaha tahu tempe mengeluhkan harga elpiji yang dinilai mahal. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syaifuddin mengungkapkan, faktor yang membuat para produsen menjerit bukan hanya bahan baku saja. Melainkan juga bahan bakar, khususnya gas elpiji , yang harganya dinilai masih mahal.

Baca juga: Ini Biang Kerok Kenaikan Harga Tahu dan Tempe

Aip mengklaim, saat sebelum pandemi, tepatnya awal tahun 2020 lalu, dirinya sudah menghadap Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan keluhan para perajin terkait gas elpiji. Sebab, harga gas epliji 3 kg yang dijual di pasaran memberatkan para perajin.

Saat itu, lanjut Aip, Presiden setuju dan sudah memerintahkan jajarannya. Kenyataannya, permintaan Gakoptindo tidak pernah dieksekusi.



"Waktu sebelum pandemi, kami menghadap Presiden Jokowi. Kami minta tolong dibantu untuk bisa membeli gas elpiji 3 kg langsung dari Pertamina. Nah waktu itu Presiden setuju. Sudah memerintahkan jajarannya juga. Tapi faktanya nol," ungkap Aip saat dihubungi, Selasa (11/1/2022).

Menurut Aip, harga eceran elpiji yang selama ini dibeli oleh perajin di kisaran Rp20.000/kg dinilai masih mahal. Ia pun berharap pemerintah bisa memberikan harga yang lebih murah kepada perajin tahu tempe agar tidak memberatkan produksi.

Baca juga: Momen Mesra Anies dan Mayjen Mulyo Aji, Lepas Sambut Diwarnai Pelukan Erat

"Padahal kita tahu harga gas epligi dari Pertamina cuma Rp14.000 atau Rp15.000-an waktu itu. Tapi kami belinya Rp20.000 lebih. Perbedaan harga, walau Rp5.000 besar buat kami," ungkapnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5,8 Juta Tabung LPG...
5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Perkuat Pasokan selama Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih
Bahlil Buka Opsi LPG...
Bahlil Buka Opsi LPG 3 Kg Diganti CNG, Masuk Tahap Uji Coba
Bahlil Buka Suara Soal...
Bahlil Buka Suara Soal Kenaikan Harga LPG 12 Kg: Pemerintah Hanya Jamin Gas Subsidi
LPG ke Industri Bakal...
LPG ke Industri Bakal Dibatasi, Kebutuhan Gas Melon Jadi Prioritas
LPG Masih Impor 70%,...
LPG Masih Impor 70%, Bahlil Minta Masyarakat Tidak Boros
Libur Panjang Lebaran...
Libur Panjang Lebaran 2026, Penyaluran LPG 3 Kg Ditambah 23 Juta Tabung
UMKM Terdampak Kenaikan...
UMKM Terdampak Kenaikan Harga Gas Nonsubsidi, Fahira Idris Sampaikan Rekomendasi Ini
Banggar DPR Usul Pembelian...
Banggar DPR Usul Pembelian Gas Elpiji 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina Mata
Penyebab Kebakaran SPBE...
Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Diduga Akibat Kebocoran saat Mengisi Tabung Besar
Rekomendasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Berita Terkini
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved